PALANGKA RAYA – Di antara wajah-wajah baru yang diperkenalkan dalam mutasi pejabat eselon II Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Jumat pagi, 9 Mei 2025, dua sosok perempuan tampil mencolok: Norhani dan Rahmawati.
Keduanya tak asing di mata birokrasi. Keduanya pula kini bertukar medan tugas dalam dinamika penyegaran yang menyentuh berbagai dinas strategis.
Norhani, yang sebelumnya menakhodai Dinas Koperasi dan UKM, kini dipercaya memimpin Dinas Perdagangan dan Perindustrian. Sebuah pergeseran yang tak hanya soal ruang kerja dan struktur staf, tetapi juga ritme dan strategi.
Dari pembinaan koperasi rakyat ke peta distribusi barang dan geliat industri lokal, ia akan bermain di lini yang lebih terbuka dan penuh dinamika pasar.
Sementara itu, kursi yang ditinggalkan Norhani tak kosong lama. Rahmawati, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), ditunjuk untuk melanjutkan tongkat kepemimpinan di Dinas Koperasi dan UKM.
Perpindahan ini bukan sekadar teknis administratif. Ia merupakan penempatan yang berdasarkan penilaian pengalaman, latar belakang, dan naluri kepemimpinan pimpinan daerah.
Keduanya memiliki rekam jejak panjang di lingkungan pemerintahan. Norhani dikenal tekun dalam membina koperasi skala kecil dan rajin turun ke lapangan.
Sementara Rahmawati membawa pendekatan struktural dan manajerial yang kuat, warisan dari pengalamannya di lembaga pengembangan aparatur sipil negara.
Rotasi ini merupakan bagian dari penyegaran besar-besaran yang dilakukan Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, dengan alasan utama: meletakkan orang-orang sesuai irama dan kebutuhan zaman.
Langkah ini sejalan dengan pernyataan Plt. Sekretaris Daerah Leonard S. Ampung, yang menyebut bahwa setiap penempatan jabatan telah melalui evaluasi menyeluruh, berdasarkan rekam jejak, latar pendidikan, kemampuan kolaborasi, hingga intuisi pimpinan.
Kini, Norhani bersiap mengawal arah perdagangan dan industri Kalimantan Tengah, dari bahan pokok hingga pasar digital. Di sisi lain, Rahmawati memulai babak baru bersama koperasi dan pelaku UMKM, menyusuri denyut ekonomi rakyat yang tak pernah benar-benar diam.
(Sya'ban)












