Oleh: Maman Wiharja (Jurnalis Senior_beritasampit.com)
Kesuksesan tidak hanya bergantung pada strategi, tetapi diraih dengan kerja keras, ketekunan, dan keberuntungan.
Seperti halnya yang Hartono Halim, dikenal penulis sekitar tahun 1997 an menyewa kios ukuran lebar 4X6 meter di deretan pertokoan pinggir Dermaga DAS Arut, depan pasar tradisional Indra Sari Kampung Baru.
Kios atau toko kecil yang dikelola Hartono Halim menjual berbagai keperluan sehari-hari, mulai dari sembako seperti tepung, beras, mentega, kecap, dan bahan baku keperluan dapur lainnya.
Hartono Halim, dalam menjalankan usahanya pengamatan penulis, memiliki semangat dan motivasi yang tinggi dan mampu mengatasi berbagai tantangan, dan dari tahun ke tahun bisnisnya semakin meningkat.
Diawali tahun 1994, menyewa toko kecil di pinggir DAS Arut, kemudian tahun 1999 Hartono Halim bersama keluarga besarnya membuka toko besar Bernama ‘Borneo Toserba', merupakan cabang pertama Toko Borneo di Jl. Pasanah  Pangkalan Bun yang masih menerapkan transaksi secara manual.
Di tahun 2000, Borneo Toserba miliknya mulai menerapkan software dan penggunaan kasir pertama kali di Borneo Halim Group, menggantikan mode transaksi manual menjadi systematis.
Tahun 2001, ‘Borneo Toserba' berganti nama menjadi ‘Borneo Khatulistiwa Swalayan', waktu dikenal dengan singkatan BKS sekaligus awal pelebaran sayap Borneo Halim Group di bidang Modern Trade. Dan Tahun 2002, berdirinya ‘Borneo Agen' sebagai awal pelebaran sayap di bidang distribusi.
Tahun 2007. Pembukaan cabang pertama ‘Borneo Swalayan” yang berlokasi di Jl. HM Rafi'i – Pangkalan Bun dengan nama “Mitra Borneo Swalayan” atau yang lebih di kenal dengan singkatan “MBS”.
Tahun 2011, sebagai pelebaran sayap dibidang ‘Modern Trade' membuka gerai minimarket pertama ‘Megamart' yang berlokasi di Kotawaringin Lama dibawah naungan PT. Mega Retailindo Investama.
Pada tahun2012, Mitra Borneo Swalayan berubah nama menjadi Borneo Supermarket, yang berbadan hukum PT. Borneo Mitra Retailindo. Kemudian pada tahun 2013, Borneo Agen berubah nama menjadi Borneo Cipta Mandiri, dengan legalitas badan hukum berbentuk CV dengan nama “CV. Borneo Cipta Mandiri.
Tahun 2014, tepatnya 27 Desember gerai Megamart – Kumai 2 yang merupakan gerai ke 10 resmi di buka.
Selanjutnya pada tahun 2016, pembukaan pabrik packaging ‘Marunting' di bawah legalitas PT. Borneo Mitra Karya Bersama, dengan produk pertamanya adalah Minyak Goreng Marunting.
Tahun 2017, pembukaan cabang ke-3 Borneo Supermarket – Lamandau, yang berlokasi di Jl. Batu Betanggui, Nanga Bulik, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, dan pembukaan cabang ke-2 Borneo Cipta Mandiri – Sampit, sebagai bentuk perluasan area coverage divisi distribusi.
Tahun 2018, pembukaan cabang ke-3 Borneo Cipta Mandiri – Palangka Raya, sebagai bentuk perluasan area coverage divisi distribusi.
Tahun 2019, pembukaan gerai ke-20 Megamart – Lamandau, di Jl. Nanga Bulik, Nanga Bulik, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau.
Tahun 2019 -2020, pembukaan gerai ke 20 Megamart – Lamandau, di Jl. Nanga Bulik, Nanga Bulik, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau. Kemudian pembukaan cabang ke 4 Borneo Supermarket – A. Yani, di Jl. Ahmad Yani, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kobar.
Tahun 2021 Pembukaan gerai ke 30 Megamart – Pelingkau, yang terletak di Jl. A. Yani, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kobar. Tahun 2023-2024 , mendirikan MM, Megamat di Kapitan dan Kota Kumai.
Dalam perjalanannya, Borneo Halim Group, sampai sekarang pada momen-momen tertentu, telah melaksanakan program CSR (Corporate Social Responsibility) atau tangung jawab sosial perusahaan yang berkesinambungan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat serta meningkatkan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Beberapa program CSR diantaranya, membagikan sembako kepada warga kurang mampu, dan kesehatan serta alat Pendidikan.
CEO Borneo Halim Group, Hartono Halim mengatakan bahwa Perusahaan yang dikelolanya merupakan brand induk dari perusahaan yang bergerak di bidang beverages and consumer goods yang beralamatkan di Jl. Kawitan Kecamatan Arut Selatan, yang berdiri sejak Tahun 1993, terus berkembang menciptakan peluang bisnis di berbagai sektor seperti General Trade, Modern Trade, Distribution hingga Manufacture. (*)












