SAMPIT – Misteri kematian Jaka (17), pemuda asal Desa Cempaka Mulia, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), semakin menyita perhatian. Sebelum ditemukan tak bernyawa, Jaka ternyata sempat mengalami momen menegangkan, dua pria tak dikenal datang langsung ke rumahnya sambil mengancam ajakan menghabisinya.
Ancaman yang terjadi di depan kediaman orang tuanya itu mengejutkan keluarga dan warga sekitar. Namun yang lebih mengherankan, aparat kepolisian ternyata tidak mengetahui adanya insiden tersebut hingga kabar kematian Jaka mencuat ke publik.
Kasat Reskrim Polres Kotim, AKP Iyudi Hartanto, saat dikonfirmasi justru balik bertanya, “Mengancam ! Siapa yang mengancam?,” kata Iyudi, Senin, 12 Mei 2025.
Diketahui, dua orang yang mengancam dirumah kedua orang tua Jaka, sampai saat ini diduga belum juga dimintai keterangan atau menjadi saksi oleh petugas kepolisian.
Lebih mengejutkan lagi, seorang teman dekat yang sehari-hari bersama korban hingga kini belum juga dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.
Sejauh ini sebanyak tujuh orang telah diperiksa oleh petugas kepolisian, adapun saksi-saksi yang telah diperiksa yakni pihak keluarga dan juga warga sekitar di Desa Bajarum, Kecamatan Kota Besi, tempat ditemukannya jasad korban.
Kasus kematian Jaka yang ditemukan meninggal dunia tergeletak di samping rumah warga pada Sabtu, 18 Januari 2025 hingga saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
“Masih dalam rangkaian penyelidikan, penyebab kematian masih kami selidiki,” ucapnya.
Kasat meminta kepada masyarakat baik itu keluarga ataupun warga jika ada menemukan petunjuk terkait kematian korban bisa melaporkannya kepada pihak kepolisian sehingga kasus tersebut dapat segera terungkap.
“Petunjuk atau informasi apapun yang bisa menjadi petunjuk bisa diberitahukan kepada kami guna membantu penyelidikan agar cepat terungkap,” katanya.
(Oktavianto)












