PULANG PISAU – Pelarian panjang AJ, pria muda yang diduga sebagai pelaku pembunuhan keji terhadap Nurmaliza (29), berakhir di sebuah kedai kopi di Yogyakarta. Saat ditangkap, ia tengah asyik memainkan game Mobile Legends, seolah tak pernah menghilangkan nyawa seseorang. Fakta itu sontak mengaduk emosi publik yang sejak awal mengikuti kasus memilukan ini.
Warga Kalimantan Tengah, khususnya Pulang Pisau, akhirnya bisa sedikit bernafas lega. Pasalnya, terduga pelaku pembunuhan sadis terhadap Nurmaliza, perempuan yang ditemukan tewas di tepi Jalan Trans Kalimantan, Desa Garung berhasil diringkus. AJ, pemuda yang disebut sebagai teman dekat korban, dibekuk oleh tim Polda Yogyakarta pada Selasa 13 Mei 2025.
Dari informasi yang beredar luas di media sosial, AJ diketahui merupakan barista di salah satu kedai kopi cukup terkenal di Palangka Raya. Dalam pelariannya, ia berpindah ke Yogyakarta dan bahkan sempat bekerja kembali di kedai kopi setempat. Yang mengejutkan, AJ ditangkap saat sedang duduk santai bermain game online, tanpa ekspresi penyesalan yang berarti.
Dalam sebuah rekaman suara interogasi polisi yang juga tersebar di dunia maya, AJ mengaku membunuh Nurmaliza di kamar kos dengan cara mencekik. Jasad korban kemudian dibuang ke pinggir jalan menggunakan mobil Toyota Avanza. Jawaban-jawaban AJ dalam rekaman tersebut terdengar tenang namun mengerikan.
Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Erlan Munaji, membenarkan penangkapan tersebut. “Info sementara, pelaku sudah diamankan oleh tim dari Polda Yogyakarta dan saat ini dititipkan di Polres Kulonprogo. Besok tim Ditreskrimum Polda Kalteng akan melakukan penjemputan,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.
Kepastian penangkapan AJ disambut baik oleh Adi Putra Wibawa, kuasa hukum Reza, mantan suami korban yang sempat terseret dalam opini publik sebagai terduga pelaku. Ia menyebut langkah cepat kepolisian sebagai bentuk profesionalitas yang layak diapresiasi.
“Penangkapan ini membuktikan bahwa kebenaran akhirnya terungkap. Klien kami sempat jadi sasaran tudingan tak berdasar di media sosial. Kini semua bisa melihat siapa pelaku sesungguhnya,” ujar Adi.
Ia juga menyampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga Nurmaliza serta berharap agar mereka diberi kekuatan dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini. “Kami ikut berduka. Semoga keadilan ditegakkan seadil-adilnya,” ucapnya.
Sementara itu, identitas AJ semakin mencuat di dunia maya. Ia dikenal sebagai sosok yang ramah dan aktif di komunitas pecinta kopi Palangka Raya. Tak ada yang menyangka di balik wajah santunnya, tersimpan sisi kelam yang mampu mencabut nyawa seseorang dengan tangan kosong.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum membeberkan secara resmi motif di balik pembunuhan terhadap Nurmaliza. Namun, sejumlah isu liar dan komentar warganet di Facebook mulai berseliweran. Beberapa menyebut motif cemburu, sementara lainnya berspekulasi bahwa pelaku tega menghabisi nyawa korban karena enggan bertanggung jawab setelah disebut-sebut menghamili korban.
Publik kini menanti dengan harap-harap cemas perkembangan lebih lanjut dari kasus ini. Kebenaran yang sesungguhnya masih menanti dibuka di meja penyidikan dan persidangan. Namun satu hal yang pasti: pelaku telah tertangkap, dan keadilan untuk Nurmaliza perlahan mulai menemukan jalannya. (ds)












