SAMPIT – Amarah pedagang ayam potong yang berjualan di Pasar Tradisional Keramat, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memuncak lantaran seorang warga berjualan di luar pasar dengan harga yang lebih murah.
Meski telah ditegur beberapa kali pedagang tersebut tetap melakukan kegiatan berdagangnya diluar pasar dengan jangkauan harga yang relatif murah.
“Sudah kami tegur dua kali untuk berjualan dengan harga yang sama dengan yang berada di dalam pasar. Tapi orang yang kami tegur tetap jualan,” kata Rahman pedagang ayam potong di dalam Pasar Keramat, Rabu 28 Mei 2025.
Rahman mengatakan jika mereka tidak melarang orang lain untuk berjualan ayam potong, tetapi harganya disamakan dengan harga para pedagang di dalam pasar.
“Kami tidak melarang untuk jualan, tapi liat lokasi dia berdagang dimana. Dia jualan di dekat pasar tapi dengan harga yang lebih murah harusnya disamakan lah dengan pedagang di pasar,” ungkapnya.
Aksi protes mereka terhadap pedagang yang terjadi di Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotim, Selasa, 27 Mei 2025 kemarin bertujuan untuk menyamaratakan harga para pedagang ayam potong.
“Artinya supaya tidak berkembang lagi karena jika ada yang berjualan pinggiran jalan khususnya didekat pasar maka akan banyak yang ikut berjualan di luar pasar,” katanya.
Ditambah lagi, para pedagang yang berjualan di pinggir jalan dekat pasar memasang plang harga yang memang dikatakan relatif lebih murah dari pedagang yang ada didalam pasar.
Selain itu Mina pedagang ayam potong lainya mengatakan kalau pedagang ayam potong di pinggir jalan merupakan karyawan broker yang mengambil langsung ke perusahaan.
“Mereka yang berjualan di pinggir jalan itu sudah di arahkan oleh broker, jika mereka berjualan dengan harga murah mereka masih mendapat untuk. Sedangkan kami yang membeli dari broker jika mengikuti harga jual mereka kami tidak dapat untung sama sekali,” ungkapnya.
Mina yang mewakili seluruh pedagang yang ada di pasar keramat berharap agar pemerintah daerah dapat dengan segera menyelesaikan permasalah pedagang.
“Saya harap dapat diselesaikan dengan cepat, apalagi saat ini situasi pasar sudah mulai menurun dan agak sepi,” ujarnya.
(Oktavianto )












