Pemerintah Berkomitmen Lindungi Hak-Hak Anak, Termasuk Anak Binaan

IST/BERITASAMPIT - Wakil Wali Kota , Achmad Zaini.

– Wali Kota melalui Wakil Wali Kota, Achmad Zaini menghadiri kegiatan Pemberian Pengurangan Masa Pidana (PMP) bagi Anak Binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II , Rabu 23 Juli 2025.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Anak (HAN) 2025, yang mengangkat tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045”. Peringatan HAN tahun ini sebagai wujud nyata perhatian negara terhadap pemenuhan hak anak, termasuk bagi mereka yang tengah menjalani masa pembinaan.

Sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI yang dibacakan Achmad Zaini mengatakan Hari Anak adalah momen penting yang tidak hanya menjadi ajang peringatan, tetapi juga menjadi barometer sosial dan atas keseriusan dalam menjamin perlindungan anak dari kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi.

“Anak-anak termasuk yang sedang menjalani pembinaan, tetap merupakan bagian penting dari pembangunan bangsa. Hak-hak mereka dijamin oleh konstitusi dan peraturan perundang-undangan, mulai dari hak atas pendidikan, , hingga perlakuan yang manusiawi,” ucapnya.

Selain itu, anak binaan tetap memiliki hak yang harus dihormati dan dipenuhi, baik dalam kehidupan normal maupun selama masa pembinaan. Pidana penjara bagi anak harus menjadi upaya terakhir, dan pembinaan menjadi pendekatan utama.

“Sebagai bentuk kepedulian negara, pada peringatan HAN tahun ini, sebanyak 1.310 anak binaan di seluruh Indonesia menerima pengurangan masa pidana. Langkah ini dinilai sebagai bukti kehadiran negara dalam menjamin hak-hak dasar anak, termasuk saat berhadapan dengan ,” tambahnya.

Kegiatan pemberian PMP ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi sistem pemasyarakatan yang mengedepankan pendekatan restoratif, manusiawi, dan inklusif, serta menempatkan anak sebagai subjek pembangunan bangsa di masa depan.

baca juga ...  Kalteng Expo 2025, ESI Wujudkan Potensi Bakat Anak Muda melalui Turnamen eFootball

“Anak hebat adalah anak yang dicintai dan dilindungi, bebas dari kekerasan, bebas dari stunting, mendapatkan pendidikan dan asupan gizi yang layak. Karena itu, Hari Anak harus menjadi momentum aksi kolektif kita semua demi masa depan Indonesia yang lebih baik,” ungkapnya. (yud)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!