SAMPIT – Upaya peningkatan pelayanan kesehatan terus dilakukan RSUD dr Murjani Sampit Kotawaringin Timur (Kotim). Salah satunya dengan mempercepat proses izin operasional bagi unit tambahan alat Hemodialisis (HD) atau cuci darah, guna menjawab kebutuhan pasien yang terus meningkat.
Wakil Direktur RSUD dr Murjani, Setia Rahmadi, menyebut saat ini ada 21 unit alat cuci darah di rumah sakit tersebut. Namun, baru 12 unit yang beroperasi karena sisanya masih menunggu izin resmi. Proses pengecekan kelayakan sudah dilakukan 24 Juli lalu sebagai bagian dari tahapan pengajuan izin operasional.
“Sebanyak delapan unit masih dalam proses verifikasi kelayakan, bukan karena tidak bisa digunakan, tapi belum ada izin untuk operasionalnya,” ujar Rahmadi Rabu 6 Agustus 2025.
Pengecekan dilakukan oleh tim khusus termasuk konsultan dari Korwil Jawa Timur, Widodo, yang menilai langsung kesiapan teknis ruangan HD. Sejumlah aspek yang dinilai antara lain ketersediaan air bersih, pengolahan limbah, dan kelengkapan dokumen pendukung.
Selain itu, dari sisi tenaga kesehatan, dua perawat sudah dinyatakan lulus pelatihan khusus HD dan satu orang lainnya masih mengikuti pendidikan pelatihan serupa. Pelatihan ini bersifat nasional dan cukup selektif karena kuota terbatas.
“Jika rekomendasi kelayakan sudah keluar, dokumen kami teruskan ke BPJS. Sebab layanan ini baru bisa diakses pasien setelah terdaftar dalam sistem BPJS,” tambahnya.
Rahmadi berharap tambahan alat ini akan mengurangi antrean pasien dan mempercepat layanan cuci darah. Pihak rumah sakit, katanya, akan terus melakukan pembenahan demi peningkatan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat Kotim.
(Nardi)












