JAKARTA— Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia, Mukhtarudin, memberikan dukungan penuh terhadap rencana ambisius pemerintah untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) yang akan dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih.
Mukhtarudin menilai Inisiatif yang diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebagai arahan langsung Presiden Prabowo Subianto tersebut sebagai langkah revolusioner untuk memperluas akses listrik ke seluruh desa di Indonesia sekaligus mempercepat transisi menuju energi baru terbarukan (EBT).
Anggota Komisi Energi DPR RI ini menegaskan bahwa proyek PLTS 100 GW merupakan strategi jangka panjang untuk memperkuat perekonomian desa melalui penguatan peran koperasi.
“Ini adalah terobosan besar. Koperasi Desa Merah Putih yang mengelola PLTS akan menjadi katalis pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Selain menyediakan listrik bersih, proyek ini akan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kapasitas kelembagaan koperasi, dan mendorong kemandirian ekonomi lokal,” ujar Mukhtarudin, Kamis 7 Agustus 2025.
Pemberdayaan Koperasi dan Dampak Ekonomi
Sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia, Mukhtarudin menyoroti potensi proyek ini dalam mengubah paradigma pengelolaan energi di tingkat desa.
Menurutnya, keterlibatan Koperasi Desa Merah Putih dalam pengelolaan PLTS akan memberikan efek berganda, mulai dari peningkatan pendapatan anggota koperasi hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia di daerah.
“Koperasi adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Dengan mengelola aset sebesar PLTS 100 GW, koperasi desa tidak hanya menjadi penyedia energi, tetapi juga pelaku utama dalam rantai nilai ekonomi lokal, seperti penyediaan jasa pemeliharaan, pelatihan tenaga teknis, hingga pengembangan usaha mikro yang bergantung pada listrik,” beber Mukhtarudin.
Mukhtarudin juga menekankan pentingnya pendekatan inklusif dalam implementasi proyek ini. Ia mendorong pemerintah untuk memastikan keterlibatan masyarakat desa, khususnya melalui pelatihan dan transfer teknologi, agar mereka mampu mengelola dan memelihara PLTS secara mandiri.
“Jangan sampai proyek sebesar ini hanya dinikmati elit atau korporasi besar. Koperasi desa harus diberi ruang untuk tumbuh sebagai pengelola utama, dengan dukungan pendanaan dan pelatihan yang memadai,” imbuh Mukhtarudin.
Mukhtarudin juga mengapresiasi visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan energi terbarukan sebagai prioritas nasional.
Politisi Dapil Kalteng ini bilang target pembangunan PLTS 100 GW ini sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mencapai bauran energi terbarukan sebesar 23% pada 2025, sebagaimana diamanatkan dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).
“Ini adalah langkah konkret menuju net-zero emission. Dengan memanfaatkan potensi tenaga surya yang melimpah di Indonesia, kita tidak hanya mengurangi ketergantungan pada energi fosil, tetapi juga membuka peluang investasi di sektor energi hijau,” ujar Mukhtarudin.
Tantangan dan Harapan
Meski optimistis, Mukhtarudin mengakui bahwa proyek sebesar ini tidak lepas dari tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur di daerah terpencil, kebutuhan investasi yang besar, dan kebutuhan akan koordinasi lintas sektor.
Untuk itu, Mukhtarudin mendorong pemerintah untuk membangun sinergi dengan pemerintah daerah, swasta, dan komunitas lokal. “
“Karena kunci keberhasilan proyek ini adalah kolaborasi,” kata Mukhtarudin.
Pemerintah pusat, lanjut Mukhtarudin, harus bekerja sama dengan pemda, koperasi, dan sektor swasta untuk memastikan pendanaan, teknologi, dan sumber daya manusia tersedia.
“Dewan Koperasi Indonesia siap menjadi mitra strategis untuk memperkuat kapasitas koperasi desa,” kata Mukhtarudin.
Mukhtarudin berujar Indonesia bisa menjadi contoh bagaimana energi hijau dikelola oleh koperasi desa untuk kesejahteraan rakyat.
“Ini adalah legacy besar bagi pemerintahan Presiden Prabowo dan bukti bahwa pembangunan energi bisa berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat,” pungkas Mukhtarudin.
Dengan dukungan penuh dari Fraksi Golkar dan Dewan Koperasi Indonesia, proyek PLTS 100 GW yang dikelola Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi tonggak baru dalam pembangunan energi berkelanjutan sekaligus penguatan ekonomi rakyat di Indonesia.
(Adista)












