PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) mengadakan Anjangsana ke Panti Sosial Bina Remaja Palangka Raya, Rabu pagi, 13 Agustus 2025, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan ini melibatkan penyandang disabilitas dan masyarakat dengan permasalahan sosial dari berbagai daerah di Kalteng.
Selain Pemprov, hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) seperti Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, Danrem 102/Panju Panjung Brigjen TNI Wimoko, Wakil Ketua DPRD, dan kepala instansi terkait.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Herson B. Aden, yang mewakili Sekretaris Daerah, menyampaikan bahwa dukungan kepada penyandang disabilitas bukan hanya bentuk bantuan sosial, melainkan bagian dari upaya membangun kesetaraan.
“Kami ingin memastikan bahwa semua warga, termasuk penyandang disabilitas, mendapat perhatian dan kesempatan yang sama dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Wakil Gubernur H. Edy Pratowo mengatakan, anjangsana ini menjadi salah satu cara mendekatkan pemerintah dengan masyarakat yang selama ini berada di kelompok rentan.
“Semangat kemerdekaan harus bisa dirasakan semua warga, tanpa terkecuali,” ujarnya.
Selain itu, Danrem 102/Panju Panjung Brigjen TNI Wimoko mengajak masyarakat untuk tidak sekadar mengandalkan bantuan pemerintah, tetapi juga menguatkan solidaritas sosial.
“Kalau kita mau peduli, maka kesulitan yang dihadapi saudara-saudara kita bisa lebih ringan,” ucapnya.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menambahkan, penyandang disabilitas yang memiliki minat dan potensi tetap punya peluang berkarier di berbagai bidang, termasuk di kepolisian.
“Kesempatan terbuka bagi siapa saja yang punya kemauan dan kemampuan, termasuk rekan-rekan penyandang disabilitas,” kata Kapolda.
Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan bantuan dari Pemprov Kalteng kepada para peserta. Momen tersebut menjadi ajang silaturahmi dan mempererat hubungan antara pemerintah dengan warganya.
Mereka berharap dukungan seperti ini tidak berhenti pada seremoni HUT RI, tetapi terus berlanjut dalam bentuk program yang nyata, seperti pelatihan keterampilan, bantuan usaha kecil, hingga pendampingan untuk mendapatkan akses pekerjaan.
(Sya'ban)












