PALANGKA RAYA – Bantuan beras dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk 98.161 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kalimantan Tengah (Kalteng) periode Juni-Juli 2025 telah tersalurkan 90 persen.
Sisanya 10 persen terkendala akses wilayah yang sulit dijangkau akibat musim kemarau.
Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng Agus Candra mengonfirmasi pencapaian distribusi berdasarkan data dari Perum Bulog sebagai pelaksana penyaluran di lapangan.
“Yang mengumpulkan data itu kan Bulog, dari data itu sudah mendekati 90 persen penyalurannya untuk bantuan pangan bulan Juni dan Juli,” ujar Agus saat ditemui di Bundaran Besar Palangka Raya, Kamis siang, 14 Agustus 2025.
Agus menjelaskan sisa 10 persen bantuan yang belum tersalurkan terkendala akses geografis, khususnya daerah yang hanya bisa dijangkau melalui transportasi sungai.
Kondisi ini diperparah oleh musim kemarau yang membuat jalur sungai sulit dilalui.
“Ya sudah hampir tersalurkan semua, paling yang belum tersalurkan itu daerah-daerah yang agak sulit diakses atau harus melewati sungai, karena ini kan musim kemarau,” jelasnya.
Meski demikian, Dinas Ketahanan Pangan terus berkoordinasi dengan Perum Bulog dan aparatur daerah untuk memastikan bantuan dapat sampai ke seluruh KPM yang berhak.
Setiap KPM mendapat jatah 20 kilogram beras yang dibagi untuk dua bulan, yakni masing-masing 10 kilogram untuk Juni dan Juli 2025.
Total bantuan yang disalurkan mencapai sekitar 1.963 ton beras untuk seluruh Kalteng.
Mekanisme distribusi dilakukan melalui Perum Bulog dan anak perusahaannya, Jasa Prima Logistik (JPL), yang bertugas mengangkut beras dari gudang ke desa.
Di tingkat lokal, satuan kerja Bulog menangani pembagian ke titik-titik distribusi yang telah disepakati dengan pemerintah desa.
“Setiap KPM akan menerima 20 kilogram beras, masing-masing 10 kilogram untuk bulan Juni dan Juli. Distribusi direncanakan berlangsung serentak dalam waktu dekat,” katanya sebelumnya.
Data penerima bantuan mengacu pada Data Tunggal Kesejahteraan Sosial (DT-SKS) milik Kementerian Sosial yang telah diverifikasi oleh Dinas Sosial setempat.
Pemprov Kalteng bertugas memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Kami juga bekerja sama dengan Dinas Sosial dan aparatur desa untuk pengawasan dan penyaluran di lapangan,” tambah Agus.
(Sya'ban)












