LAMANDAU – Warga Kabupaten Lamandau akhirnya punya angkutan kota (angkot). Uji coba perdana di Kota Nanga Bulik dengan dua unit kendaraan yang mulai melayani rute dalam kota.
Angkot ini melayani jalur utama seperti pasar, perkantoran, sekolah, hingga pemukiman warga. Tarif dipatok Rp5.000 untuk umum maupun pelajar.
Kehadiran angkot dikelola oleh Koperasi Jasa Mitra Perjuangan Kita, yang lahir dari Koperasi Perjuangan.
Sekertaris koperasi, Kapiyudin, mengatakan pihaknya sudah mengurus izin trayek melalui Dinas Perhubungan.
“Angkot ini terbuka untuk masyarakat umum dan pelajar. Kami berharap ada dukungan penuh dari pemerintah daerah, terutama dalam koordinasi dengan sekolah-sekolah,” ujarnya. Senin, 25 Agustus 2025
Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dishub Lamandau, Imberto Hariwung, menjelaskan rute trayek angkot perdana ini berpusat di Terminal Gerantung, lalu melewati jalur Trans Kalimantan – RSUD Lamandau – Bukit Hibul Selatan – Bundaran Rusa – Bukit Hibul Utara – Jl. A. Yani – Jl. Tjilik Riwut – Jl. Batu Batanggui – Bundaran Burung Antasari, dan kembali ke terminal.
Selain tiga rute dalam kota, Dishub juga menyiapkan trayek Nanga Bulik – Kudangan dengan dua unit kendaraan.
“Untuk sementara masih uji coba, nanti akan dievaluasi sesuai minat masyarakat,” ucap Imberto.
Pemkab Lamandau berharap kehadiran angkot bisa mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi. (andre)












