Ketua Harian DAD Kecam Aksi Kasar Kapolsek Mentaya Hulu: “Copot Kapolseknya!”

IST/BERITA SAMPIT - Ketua Harian Dewan Adat Dayak Kotim, Gahara.

SAMPIT – Kasus viral polisi di Mentaya Hulu yang membentak seorang advokat saat penutupan lahan kian memantik amarah publik. Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) dengan tegas mengecam tindakan represif tersebut dan mendesak agar Kapolsek Mentaya Hulu segera dicopot dari jabatannya.

Sorotan terhadap kinerja Polsek Mentaya Hulu semakin tajam, mengingat sebelumnya aparat setempat sudah dikritik karena dianggap lemah dalam menangani aktivitas tambang emas ilegal di wilayah itu.

Meski sempat dilakukan operasi razia, aktivitas PETI (Pertambangan Tanpa Izin) kembali marak dan dikhawatirkan menimbulkan kerusakan lingkungan yang lebih luas.

Ketua Harian DAD Kotim, Gahara mengecam tindakan refresif yang dilakukan oleh Kapolsek Mentaya Hulu, dirinya menyebut hal tersebut menyalahi aturan.

“Tidak bisa seperti itu, itu sudah menyalahi aturan,” kata Gahara, Senin 1 September 2025.

Dirinya menyatakan bahwa seharusnya kepolisian bertindak sesuai dengan aturan dan menjadi penengah antar masyarakat yang berkonflik bukan mengintimidasi masyarakat apalagi pengacara.

“Harusnya seperti tambang illegal mereka tindak terus menerus. Sama halnya dengan masyarakat yang berkonflik dengan perusahaan, kepolisian harus jadi penengah bukan malah mengintimidasi masyarakat,” ungkapnya.

Oknum polisi yang membentak dan mendorong pengacara dalam video yang beredar harus ditindak sesuai etik jika memang yang dilakukan menyalahi aturan dan dicopot dari jabatannya

“Harus ditindak sesuai etik dan ada tindakan tegas untuk oknum polisi tersebut, copot saja sekalian dari jabatannya,” pungkasnya.

(Utomo)

baca juga ...  Tepis Tuduhan, PT Pokphand Tegaskan Tak Terlibat Perusakan Lahan Kelompok Tani KM 16 Sampit
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!