PALANGKA RAYA – Ratusan mahasiswa dari aliansi Gerakan September Hitam dan Cipayung Plus Palangka Raya menggelar demonstrasi di depan Kantor DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Senin, 1 September 2025.
Juru Bicara Gerakan September Hitam, Maulana, menegaskan agar DPRD Kalteng berperan sebagai penyambung lidah rakyat.
“Tuntutan ada beberapa hal. Yang pasti secara umumnya bagaimana DPRD ini dapat menjadi penyambung lidah rakyat di Kalteng untuk menyampaikan aspirasi ini ke DPR RI,” kata Maulana.
Ia menambahkan, isu yang tengah mencuat di DPR RI dan evaluasi terhadap DPRD Kalteng menjadi sorotan utama aksi tersebut.
“Kemarin sempat mencuat tentang rencana kenaikan tunjangan dan juga gaji anggota DPR itu kami rasa tidak perlu dilakukan,” ujarnya.
Dalam aksi ini, mahasiswa menyampaikan tiga tuntutan utama kepada DPRD Kalteng:
1. Mendesak DPR RI segera mengesahkan RUU Perampasan Aset, RUU Masyarakat Adat, menolak RUU Polri, mencabut UU TNI, serta merevisi kembali RKUHAP agar tidak melegitimasi brutalitas aparat.
2. Menolak kenaikan gaji, tunjangan, dan dana pensiun anggota dewan.
3. Memperketat evaluasi dan akuntabilitas kinerja pemerintah daerah.
(Syauqi)












