SAMPIT – Kekhawatiran warga akhirnya terbukti. Jembatan Alternatif Sei Lenggana kembali jebol pada Jumat pagi, 12 September 2025, setelah dilalui sebuah truk bermuatan pupuk. Kejadian ini sontak membuat arus lalu lintas terganggu dan warga panik karena insiden serupa baru saja terjadi beberapa waktu lalu.
“Dari tadi malam sudah wanti-wanti bang takut jebol lagi karena kemarin habis jebol juga pas lewat pagi ini kejadian kembali jebol,” ungkap Vivi, salah seorang warga sekitar, dengan nada cemas.
Insiden ini membuat sejumlah kendaraan terpaksa berhenti dan berputar arah mencari jalur alternatif. Beberapa pengendara bahkan terlihat membantu mengatur lalu lintas secara manual untuk menghindari kemacetan panjang.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Kotim membenarkan kejadian tersebut. Ia mengimbau para pengguna jalan untuk bersabar dan tidak memaksakan kendaraan melintas hingga perbaikan dilakukan.
“Untuk para pengguna jalan harap untuk tetap bersabar dan untuk angkutan yang bermuatan harap tonasenya disesuaikan dengan buku kir yang ada,” ujar Kataslantas.
Warga berharap pemerintah maupun pihak terkait segera turun tangan. Sebab, jembatan alternatif ini merupakan akses penting masyarakat untuk aktivitas sehari-hari, terutama kendaraan angkutan barang.
Untuk diketahui, Jembatan Sei Lenggana masih dalam tahap perbaikan dan ditargetkan rampung akhir 2025. Selama masa pengerjaan, arus lalu lintas dialihkan ke jembatan sementara dengan kapasitas terbatas.
Kondisi itu sering menimbulkan antrean panjang, terutama karena kendaraan berat dilarang melintas. Parahnya jembatan sementara kerap jebol, hingga membuat warga terhambat perjalanannya.
Meski rawan bermasalah, jembatan ini tetap menjadi jalur vital masyarakat untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga distribusi barang. Warga berharap perbaikan dapat dilakukan kembali dan cepat selesai, sehingga tak perlu antre panjang bahkan harus lewat jalan alternatif yang cukup menyita waktu.
(Utomo)











