PALANGKA RAYA – Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kalimantan Tengah, Tomy Irawan Diran, menegaskan pentingnya mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) di tengah proyeksi penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 yang hanya Rp7,1 triliun.
Menurut Tomy, dinas-dinas penghasil di lingkungan Pemprov Kalteng harus lebih efisien dan produktif dalam menggali potensi daerah.
Ia menyoroti sejumlah sektor yang belum tergarap maksimal, seperti pajak alat berat, bahan bakar minyak (BBM), dan pemanfaatan permukaan air.
“PAD harus digenjot. Pajak alat berat, BBM, hingga permukaan air belum maksimal. Itu harus dimaksimalkan lagi agar target PAD tercapai,” kata Tomy, Selasa, 16 September 2025..
Tomy yang juga Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng mengingatkan, ketergantungan pada transfer pusat bukan solusi jangka panjang.
“Sekali lagi, mengandalkan transfer pusat bukanlah jalan keluar. Mau tidak mau, kita harus bisa menghasilkan sendiri dari PAD,” tutur dia.
Ia menambahkan, seluruh lini yang berpotensi mendatangkan PAD harus diberi perhatian khusus serta dukungan kebijakan agar benar-benar berkontribusi terhadap keuangan daerah.
“Semua lini yang bisa mendapatkan PAD harus difokuskan. Jangan sampai potensi itu hanya jadi wacana tanpa realisasi,” ucapnya.
(Syauqi)












