SAMPIT – Acara pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-56 dan Festival Seni Qasidah (FSQ) tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diawali dengan suguhan penampilan tarian kolosal gabungan pelajar Kecamatan Baamang, Sabtu 27 September 2025 malam.
Acara pembukaan di stadion 29 Nopember berlangsung meriah dan dihadiri ribuan masyarakat ini menandakan dimulainya rangkaian kegiatan MTQ Kotim yang dipusatkan di Kecamatan Baamang.
Tarian kolosal pelajar ini berjudul Gemilang Cahaya di Kota Mentaya, menceritakan budaya di Kotim yang terbagi menjadi Dayak pedalaman dan Dayak pesisir saling harmoni satu sama lain.
Camat Baamang Sufiansyah yang juga bertindak sebagai ketua panitia pelaksana menyampaikan bahwa MTQ tahun ini digelar selama lima hari, mulai 27 September hingga 1 Oktober 2025.
“Kegiatan kita pusatkan di beberapa lokasi dengan menyesuaikan cabang perlombaan. Hal ini agar pelaksanaan lebih teratur dan peserta lebih nyaman,” jelasnya.
Adapun lokasi lomba tersebar di sejumlah titik, di antaranya Panggung Utama Jalan Cilik Riwut Km 2,5 untuk cabang Tilawah, Syarhil Quran, dan Rebana.
Masjid Al Hadi Muttaqin Jalan Desmon Ali RT 48 untuk cabang Qiraat Sab'ah dan Murothal.
Masjid Al Kamal Jalan Hasan Mansur untuk Tartil, Aula Kelurahan Baamang Barat untuk Fahmil Qur'an, Aula Kelurahan Baamang Hilir Jalan Mandomai untuk Tahfidz
SMPN 3 Sampit Jalan Christopel Mihing untuk Khat, SMPN 9 Sampit Jalan Cilik Riwut untuk Makalah Qur'an, serta halaman Kantor Camat Baamang untuk cabang Bintang Vokalis Gambus dan Pop Religi.
Jumlah peserta yang berpartisipasi dalam MTQ ke-56 ini mencapai ratusan orang ditambah 44 grup dari 17 kecamatan se-Kotim.
Mereka akan bersaing dalam berbagai cabang lomba, antara lain Tilawah (102 peserta), Syarhil Qur'an (34 grup), Rebana (10 grup), Qiraat Sab'ah Murothal (34 peserta), Tartil (34 peserta), Fahmil Qur'an (34 peserta), Tahfidz (170 peserta), Khat (136 peserta), Makalah (34 peserta), serta Bintang Vokalis Gambus (36 peserta) dan Religi (36 peserta).
Lebih lanjut, Camat Baamang menegaskan bahwa tujuan utama MTQ adalah menumbuhkan semangat membaca, memahami, dan mengamalkan Al Quran di tengah masyarakat.
Selain itu, ajang ini juga menjadi wadah untuk menjaring qari-qariah maupun hafidz-hafidzah terbaik yang nantinya akan mewakili Kotim di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.
“Kami berharap MTQ ini juga mempererat ukhuwah islamiyah antar masyarakat,” tambahnya.
Dari sisi pendanaan, kegiatan ini mendapatkan dukungan dari APBD Kotim tahun 2025 sebesar Rp 1,46 miliar lebih, bantuan pihak ketiga, sponsor, donatur, serta swadaya masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah, LPTQ/LASQI, forkopimcam, para pengusaha, relawan, dan seluruh masyarakat Baamang yang telah membantu menyukseskan acara ini,” ucapnya.
Panitia juga memohon maaf apabila selama pelaksanaan masih terdapat kekurangan dalam penyambutan maupun pelayanan. “Semoga MTQ ini membawa keberkahan dan menjadi amal jariyah untuk kita semua,” tutupnya. (nardi)











