PALANGKA RAYA – Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Bukit Tunggal, Kota Palangka Raya, Sujianto, mengaku waswas setelah 27 siswanya keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) pada 4 September lalu.
“Kalau ditanya seperti itu pasti ada was-was. Tapi kita menyerahkan karena kita sudah bertemu dengan pihak SPPG dan BGN kemarin,” ujar Sujianto, Selasa, 30 September 2025.
Pihak sekolah, kata dia, sudah meminta agar kasus serupa tidak terulang. Ia berharap penyedia makanan lebih teliti dalam menyiapkan menu untuk siswa.
“Mohon maaf, kami dengan doa aja,” ucapnya saat ditanya bagaimana cara mengantisipasi kekhawatiran itu.
Sujianto menilai program MBG sejatinya sangat baik karena langsung menyentuh kebutuhan anak-anak. Namun, ia tak ingin tujuan meningkatkan gizi justru tercoreng oleh kasus keracunan.
“Saya salah satu selaku penerima manfaat di Kota Palangka Raya berharap pemerintah ini program pemerintah yang sangat baik, jangan sampai tercoreng dengan hal-hal seperti ini,” katanya.
Ia pun meminta Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lebih teliti dalam
menyiapkan menu MBG agar kualitas makanan lebih terjamin.
“Jangan sampai ada ikan ada yang sudah bau dan nasi mungkin agak basi. Tujuannya meningkatkan gizi anak, malah jadi bumerang untuk anak-anak kita,” tutur Sujianto.
Menurut dia, evaluasi penting dilakukan agar program bisa berjalan maksimal. “Itu harapan kita ke depan bagaimana program ini berjalan secara maksimal,” katanya.
(Syauqi)












