SAMPIT – Anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Zainuddin mengungkapkan ancaman hama ulat pasak terhadap panen padi petani di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit.
“Saat ini petani dihadapkan pada ancaman serius serangan hama ulat pasak. Tanaman padi yang terserang terlihat mengering dan memutih, sehingga menimbulkan kekhawatiran panen mereka akan menurun drastis,” kata Zainuddin menyampaikan hasil kunjungan langsung ke lokasi, Jumat 3 Oktober 2025.
Menurut dewan Dapil 3 Kotim ini, sebagian sawah warga memang sudah dipanen, tetapi sebagian lainnya masih sangat rentan gagal panen akibat serangan hama tersebut.
“Ketika saya turun ke sana, saya melihat banyak pohon padi yang putih-putih akibat ulat pasak. Kalau tidak cepat ditangani, jelas akan berdampak pada hasil gabah yang diperoleh petani,” kata Politisi PKB ini.
Ia menegaskan serangan hama tidak boleh dianggap sepele. Oleh karena itu, ia meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) lebih aktif turun ke lapangan untuk memberikan penyuluhan dan pendampingan sejak awal musim tanam.
“Penyuluhan ini penting supaya petani paham penyakit tanaman sejak dini, dan tahu obat apa yang bisa dipakai mencegah hama menyerang padi mereka,” ujarnya.
Zainuddin menambahkan bahwa motivasi dan dukungan kepada petani juga sangat diperlukan. Apalagi Desa Lampuyang dikenal sebagai salah satu lumbung padi Kotim yang mampu panen tiga kali dalam setahun.
“Alhamdulillah Lampuyang sudah bisa panen tiga kali dalam setahun. Itu prestasi yang harus dijaga. Maka pendampingan, penyuluhan, hingga bantuan pupuk dan obat-obatan harus rutin diberikan,” tegasnya.
Selain soal hama, ia juga menyoroti kondisi infrastruktur pertanian seperti jalan usaha tani dan drainase yang dinilai belum memadai. Menurutnya, hal ini penting agar aktivitas petani lebih lancar dan hasil panen bisa lebih maksimal.
“Jalan dan drainase harus dibenahi, karena petani adalah ujung tombak dalam menjaga ketahanan pangan kita,” pungkasnya. (nardi)












