LAMANDAU – Video perkelahian yang melibatkan seorang kepala desa di Kabupaten Lamandau viral di media sosial. Dalam video itu, tampak seseorang membawa benda mirip senjata api. Namun, polisi menegaskan peristiwa itu tidak terkait konflik plasma sawit, dan senjata yang dibawa bukan senjata api sungguhan.
Kapolres Lamandau, AKBP Joko Handono, melalui Kasatreskrim AKP Jhon Digul Manra, mengatakan kejadian itu murni akibat kesalahpahaman dan dipicu pengaruh alkohol.
“Yang dibawa itu airsoft gun, bukan senjata api. Kejadian ini murni kesalahpahaman, tidak ada kaitannya dengan isu plasma sawit,” tegas AKP Jhon Digul, Sabtu 11 Oktober 2025.
Perkelahian terjadi pada Kamis 9 Oktober 2025 sekitar pukul 19.30 WIB di Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Lamandau.
Awalnya, korban SY menenggak minuman beralkohol bersama teman-temannya, lalu mendatangi rumah warga bernama IN yang tengah menggelar rapat pengumpulan KTP.
Saat hendak ke warung di seberang rumah IN, SY yang dalam pengaruh alkohol bercanda berlebihan dan memegang kemaluan seseorang tanpa tahu bahwa orang itu adalah UN, Kepala Desa Tanjung Beringin.
“UN tidak terima dan marah. Keduanya sempat dorong-dorongan dan saling tantang,” ujar AKP Jhon Digul.
Beberapa saat kemudian, UN kembali bersama tiga orang tak dikenal dan mengejar SY sambil membawa airsoft gun. Aksi tersebut terekam dalam video yang kemudian menyebar luas di media sosial. SY sempat lari ke rumah IN, namun akhirnya dikeroyok oleh UN dan beberapa orang lain.
“Istri IN dan warga sekitar berusaha melerai. Korban mengalami luka memar di pelipis mata,” jelas Jhon Digul.
Polisi telah menerima laporan dan tengah memeriksa sejumlah saksi. Hingga kini, belum ada tersangka yang ditetapkan.
“Kami masih kumpulkan bukti dan keterangan saksi. Sekali lagi, ini bukan karena plasma sawit, tapi murni kesalahpahaman akibat alkohol,” tutupnya. (andre)












