PALANGKA RAYA – Fraksi Partai Demokrat DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) menyoroti menurunnya volume Rancangan APBD 2026 sekaligus lemahnya kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Dari sejumlah BUMD yang dimiliki pemerintah provinsi, hanya Bank Kalteng yang dinilai mampu memberikan sumbangan signifikan.
Hal itu disampaikan Juru Bicara Fraksi Partai Demokrat DPRD Kalteng, Muhajirin, saat membacakan pandangan umum fraksi terhadap nota keuangan dan Rancangan APBD 2026 dalam Rapat Paripurna ke-4, belum lama ini.
“Dalam kondisi volume RAPBD 2026 yang mengalami penurunan volume secara signifikan ini, sumber PAD bagi Provinsi Kalimantan Tengah dari Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan harus dioptimalkan,” ujarnya.
Muhajirin kemudian mempertanyakan kinerja BUMD lain yang belum menunjukkan kontribusi berarti terhadap pendapatan daerah.
“Mengapa hanya PT Bank Pembangunan Kalimantan Tengah yang bisa menunjukkan adanya sumbangan signifikan terhadap PAD Provinsi Kalimantan Tengah? Bagaimana dengan sumbangan PAD dari Badan Usaha Milik Daerah lainnya? Mohon tanggapan,” katanya.
Selain menyoroti kontribusi BUMD, Fraksi Demokrat juga mengangkat isu kemiskinan yang kini mulai bergeser ke wilayah perkotaan. Berdasarkan rilis BPS Kalteng pada 25 Juli 2025, persentase penduduk miskin di perkotaan naik dari 5,22 persen (September 2024) menjadi 5,46 persen (Maret 2025). Sementara di perdesaan justru menurun dari 5,29 persen menjadi 4,97 persen pada periode yang sama.
“Fenomena ini menjadi sinyal bahwa kemiskinan di wilayah perkotaan terkait erat dengan isu urbanisasi, biaya hidup tinggi, ketimpangan akses lapangan kerja, keberdayaan ekonomi, akses pendidikan, kesehatan, hunian yang layak, hingga penciptaan lapangan kerja,” tutur Muhajirin.
Ia kemudian mempertanyakan langkah nyata pemerintah provinsi dalam menanggulangi persoalan tersebut. “Bagaimana langkah konkret Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk secara umum mengentaskan kemiskinan, dan secara khusus mengatasi lonjakan tingkat kemiskinan di perkotaan? Mohon penjelasan,” ucapnya.
(Syauqi)












