Sekolah Rakyat Kotim Tegaskan Tak Ada Bullying, Sebut Siswa Terlalu Aktif

IST/BERITA SAMPIT - Kepala Sekolah Rakyat Kabupaten (Kotim), Nikkon Bhastari.

SAMPIT – Isu dugaan perundungan di lingkungan Sekolah Rakyat (Kotim) tengah ramai diperbincangkan. Namun, pihak sekolah dengan tegas membantah adanya kasus bullying dan menyebut bahwa siswa berinisial P (8) yang disebut-sebut menjadi korban justru dikenal sangat aktif dan ekspresif di lingkungan sekolah.

Kepala Sekolah Rakyat Kotim, Nikkon Bhastari, menegaskan bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi terkait dugaan perundungan tersebut. Saat ini, pihak sekolah masih menunggu kehadiran siswa bersangkutan untuk dilakukan klarifikasi langsung.

“Jadi kami tunggu sampai hari Senin. Anak ini belum datang ke sekolah. Besok kami rencananya akan berkunjung ke rumahnya bersama tim guru BK, wali asrama, dan wali asuh untuk mengonfirmasi,” jelas Nikkon pada Senin 20 Oktober 2025.

Ia menegaskan, pihak sekolah tidak serta-merta membenarkan isu yang beredar sebelum mendapatkan informasi yang jelas dari siswa dan wali keluarganya.

“Kalau misalkan benar ada bullying, kami akan langsung berkoordinasi dengan pihak PPA. Tapi sejauh ini kami belum bisa menyimpulkan karena informasinya masih sepihak,” ujarnya.

Menurut Nikkon, siswa berinisial P dikenal sebagai anak yang sangat aktif dan ekspresif. Ia kerap bermain berlebihan hingga membuat teman-temannya merasa terganggu.

“Anaknya memang aktif, suka salto, loncat-loncat, dan cepat marah kalau tidak suka sesuatu. Kadang kalau lagi marah, dia mojok sendiri. Jadi kami belum bisa bilang itu perundungan,” tambahnya.

Pihak sekolah juga menyinggung soal isu makanan asrama yang sempat dikeluhkan oleh beberapa siswa. Menurut Nikkon, kualitas makanan tetap dipantau setiap hari dan dilaporkan kepada pihak pengelola.

“Kalau makanan, kami foto setiap sebelum makan dan laporkan. Pernah ada kulit ayam yang belum bersih, tapi itu langsung kami tindak. Selebihnya aman,” ungkapnya.

Ia berharap masyarakat tidak langsung mempercayai kabar yang beredar sebelum ada klarifikasi resmi.

“Kami juga khawatir berita ini berkembang tanpa dasar yang kuat. Besok kami akan turun langsung untuk memastikan kondisi siswa tersebut,” pungkasnya.

(Utomo)

baca juga ...  Si Jago Merah Mengamuk di Jaya Kelapa, Rumah Kayu Ludes dalam Hitungan Menit
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!