SAMPIT – Demam Piala Dunia 2026 mulai terasa di Kota Sampit Kotawaringin Timur (Kotim). Antusiasme masyarakat terhadap ajang sepak bola terbesar di dunia itu terlihat dari meningkatnya minat warga membeli berbagai aksesori dan jersey tim nasional yang berlaga di turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Sejumlah toko perlengkapan olahraga di Sampit mulai ramai dikunjungi pembeli yang mencari jersey negara favorit mereka. Acara nonton bareng akan digelar diberbagai sudut kota dan masyarakat hadir dengan mengenakan Jersey tim kebanggaan masing-masing.
Salah satu penjual Jersey bola yang sudah dikenal masyarakat Sampit yaitu Rudi Sport yang berada di kawasan Terminal Bus Pati Rumbih, Jalan MT Haryono.
Pemilik Rudi Sport, Rudi Abidinsyah, mengatakan perhelatan Piala Dunia selalu membawa dampak positif terhadap penjualan perlengkapan olahraga. Menurutnya, setiap edisi turnamen empat tahunan tersebut mampu membangkitkan kembali gairah masyarakat terhadap sepak bola.
“Biasanya penjualan mulai meningkat saat babak-babak penting. Apalagi jika sudah masuk fase 16 besar sehingga masyarakat mulai menentukan tim favorit yang diprediksi bisa melangkah jauh,” ujarnya, Selasa 2 Juni 2026.
Ia menjelaskan jersey tim-tim besar seperti Argentina, Brasil, Spanyol, Portugal, Jerman, dan Prancis masih menjadi pilihan utama pembeli. Negara-negara yang memiliki sejarah panjang serta prestasi juara Piala Dunia cenderung lebih banyak diminati oleh pecinta sepak bola di Sampit.
Toko yang berdiri sejak 1994 itu menyediakan berbagai kebutuhan olahraga, mulai dari sepatu sepak bola, sepatu futsal, bola, kaus kaki, tas olahraga hingga jersey tim nasional. Harga jersey yang dijual berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per lembar.
Selain dikenal sebagai pengusaha perlengkapan olahraga, Rudi juga merupakan pelatih sepak bola sekaligus pendiri Sekolah Sepak Bola (SSB) Rudi Sport yang berdiri sejak 2007. Ia menilai setiap gelaran Piala Dunia selalu menghadirkan cerita dan daya tarik tersendiri bagi para penggemar.
“Setiap Piala Dunia selalu melahirkan pemain-pemain baru yang kemudian memiliki banyak penggemar. Itu yang membuat turnamen ini selalu dinantikan masyarakat di seluruh dunia,” katanya.
Sebagai pencinta sepak bola, Rudi mengaku selama ini mendukung Italia. Namun karena Italia gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2026, ia mendukung Belanda dan optimistis mampu tampil maksimal dan meraih gelar juara dunia tahun ini.
Lebih jauh, ia berharap kemeriahan Piala Dunia dapat memberikan motivasi bagi perkembangan sepak bola Indonesia. Timnas Indonesia nyaris lolos, maka harus terus ditingkatkan agar mampu menembus putaran final Piala Dunia pada masa mendatang.
“Saya berharap Indonesia suatu saat bisa tampil di Piala Dunia. Mudah-mudahan pembinaan sepak bola nasional semakin baik sehingga mampu bersaing di tingkat internasional,” ucapnya.
Untuk perkembangan sepak bola di Kabupaten Kotim, Rudi menilai dukungan dari berbagai pihak masih sangat dibutuhkan, terutama dalam pembinaan usia muda dan pendanaan kegiatan olahraga.
“Pengelolaan sepak bola di daerah masih menghadapi banyak tantangan. Dukungan pemerintah daerah dan KONI sangat penting agar pembinaan atlet muda bisa berjalan lebih maksimal,” pungkasnya. (Nardi)












