SAMPIT – Data pelayanan rawat jalan di RSUD dr Murjani Sampit Kotawaringin Timur (Kotim) menunjukkan hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi penyakit yang paling banyak ditangani, sejak Januari hingga Mei 2026.
Ribuan pasien tercatat menjalani pengobatan akibat penyakit yang dikenal sebagai salah satu faktor risiko utama stroke, serangan jantung, dan gangguan ginjal tersebut.
Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani Sampit dr Candra E menyampaikan berdasarkan rekapitulasi kunjungan pasien rawat jalan, hipertensi menempati urutan pertama dengan total 7.467 kasus.
“Sebagian besar penderita berasal dari kelompok usia di atas 50 tahun yang mencapai 4.692 orang, disusul usia 18 hingga 50 tahun sebanyak 2.705 orang dan usia 2 hingga 17 tahun sebanyak 70 orang,” kata Candra, Kamis 4 Juni 2026.
Posisi kedua ditempati talasemia beta dengan jumlah 2.991 pasien. Penyakit kelainan darah bawaan ini paling banyak ditemukan pada kelompok usia 2 hingga 17 tahun sebanyak 1.984 orang.
Sementara usia 18 hingga 50 tahun tercatat 955 orang, usia di bawah dua tahun 34 orang, dan usia di atas 50 tahun sebanyak 18 orang.
Penyakit terbanyak berikutnya adalah kerusakan saraf akibat diabetes atau diabetic polyneuropathy dengan total 2.753 pasien. Seluruh kasus ditemukan pada kelompok usia dewasa, yakni 891 pasien berusia 18 hingga 50 tahun dan 1.862 pasien berusia di atas 50 tahun.
Gangguan lambung atau dispepsia berada di posisi keempat dengan jumlah 2.583 pasien. Kasus ini didominasi kelompok usia di atas 50 tahun sebanyak 1.525 orang, disusul usia 18 hingga 50 tahun sebanyak 1.019 orang dan usia 2 hingga 17 tahun sebanyak 39 orang.
Sementara itu, nyeri dada akibat penyakit jantung atau angina pektoris menempati urutan kelima dengan total 2.419 pasien. Sebanyak 1.858 kasus terjadi pada kelompok usia di atas 50 tahun dan 561 kasus pada usia 18 hingga 50 tahun.
Anemia akibat penyakit kronis tercatat menyerang 2.324 pasien. Menariknya, penyakit ini ditemukan pada hampir semua kelompok umur, mulai dari usia di bawah dua tahun sebanyak 31 orang, usia 2 hingga 17 tahun sebanyak 803 orang, usia 18 hingga 50 tahun sebanyak 643 orang, hingga usia di atas 50 tahun sebanyak 847 orang.
Diabetes melitus yang telah menimbulkan komplikasi saraf menempati peringkat ketujuh dengan jumlah 2.040 pasien. Sebanyak 669 pasien berada pada kelompok usia 18 hingga 50 tahun dan 1.371 pasien berusia di atas 50 tahun.
Selanjutnya, gagal jantung kongestif tercatat sebanyak 1.862 kasus. Penyakit ini didominasi kelompok usia lanjut dengan 1.440 pasien berusia di atas 50 tahun, sementara usia 18 hingga 50 tahun sebanyak 417 pasien dan usia 2 hingga 17 tahun sebanyak lima pasien.
Pada urutan kesembilan terdapat kasus nekrosis pulpa gigi atau kematian jaringan saraf gigi sebanyak 1.835 pasien. Kelompok usia 18 hingga 50 tahun menjadi yang terbanyak dengan 1.066 kasus, disusul usia 2 hingga 17 tahun sebanyak 503 kasus dan usia di atas 50 tahun sebanyak 266 kasus.
Adapun penyakit kesepuluh yang paling banyak ditangani adalah penyakit jantung akibat penyumbatan pembuluh darah atau atherosclerotic cardiovascular disease dengan total 1.555 pasien. Sebanyak 1.246 pasien berasal dari kelompok usia di atas 50 tahun dan 309 pasien berusia 18 hingga 50 tahun.
Data tersebut menunjukkan bahwa penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung masih mendominasi pelayanan rawat jalan di RSUD dr Murjani Sampit.
Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya pola hidup sehat, pemeriksaan kesehatan rutin, serta pengendalian faktor risiko sejak usia produktif. (Nardi)












