PALANGKA RAYA – Sekretaris Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Sirajul Rahman mendesak pemerintah pusat segera turun tangan memperbaiki jalan nasional yang rusak terpanjang di wilayah tersebut.
Kalimantan Tengah tercatat memiliki ruas jalan nasional rusak terpanjang di Indonesia, dengan total panjang 191,56 kilometer pada 2025 berdasarkan data Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR.
Sirajul menjelaskan bahwa kondisi geografis Kalteng membuat pembangunan dan pemeliharaan jalan menjadi lebih menantang.
“Memang Kalteng ini alamnya begitu luas, jangkauannya jauh, kemudian struktur tanahnya relatif lemah karena dasarnya lahan gambut,” ujar Sirajul, Senin, 17 November 2025.
Ia menekankan perlunya perhatian lebih besar dari pemerintah pusat untuk mempercepat penanganan kerusakan jalan.
“Kita butuh perhatian pusat untuk Kalteng ini yang lebih besar lagi. Karena anggaran kita di provinsi sekarang efisiensi, maka kita minta perhatian dari pusat,” katanya.
Menurut dia, perbaikan jalan nasional harus menjadi prioritas agar akses masyarakat membaik. “Jalan itu harus lebih ditekankan lagi, sehingga jalan kita lebih baik dan mudah dilalui masyarakat,” tambahnya.
Sirajul menyoroti salah satu ruas yang mendesak diperbaiki, yakni jalan nasional dari Simpang Sei Hanyo di Kabupaten Gunung Mas menuju Kabupaten Murung Raya.
“Ruas itu sangat dibutuhkan masyarakat. Masyarakat Murung Raya yang mau ke Palangka Raya banyak melewati jalur Gunung Mas. Lebih efisien dua sampai tiga jam daripada lewat Buntok,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah pusat segera menuntaskan pembangunan dan perbaikan jalur tersebut.
“Kami berharap pemerintah pusat ke depan bisa menyelesaikan jalan lintas yang ke Murung Raya,” tegasnya.
(Syauqi)












