Pengawasan MTQH XXXIII Kalteng Diperketat, Panitia Tegaskan Objektivitas Penilaian

IST/BERITASAMPIT - Peserta Cabang Syarh Al-Qur`an saat menyampaikan materi di Aula SMPN 1 Muara Teweh, Selasa, 18 November 2025.

– Pengawasan terhadap pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadits (MTQH) XXXIII Tingkat Provinsi (Kalteng) diperketat.

Tim Pengawas Dewan Hakim melakukan monitoring menyeluruh di 17 titik perlombaan yang tersebar di Muara Teweh, Kabupaten , untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai prinsip objektif, tertib, dan profesional.

Koordinator Pengawas Dewan Hakim MTQH XXXIII Kalteng, Chairuddin Halim, mengungkapkan bahwa pihaknya selama dua hari melakukan evaluasi langsung terhadap sejumlah majelis lomba.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan keseragaman standar penilaian serta memperbaiki hal-hal teknis yang berpotensi mengganggu objektivitas.

“Kami turun langsung melihat jalannya musabaqah dan memastikan Dewan Hakim bekerja sesuai aturan. Ada beberapa penataan majelis yang kami koreksi agar proses penilaian semakin efektif dan terukur. Prinsipnya, setiap nilai harus bisa dipertanggungjawabkan,” jelas Chairuddin di Masjid Raya Siratal Musaqiem, Selasa, 18 November 2025.

Dari sisi penyelenggaraan, Koordinator Bidang Upacara dan Protokoler MTQH XXXIII, Riduan Syahrani, menyampaikan bahwa kualitas pelaksanaan terus meningkat dari hari ke hari.

Permasalahan teknis yang sempat muncul pada hari pertama, seperti suara pengeras yang kurang optimal, telah diatasi melalui koordinasi dengan bidang perlengkapan.

“Peralatan sudah kita maksimalkan. Selanjutnya yang perlu dijaga adalah pelayanan untuk Dewan Hakim, terutama soal konsumsi. Cabang seperti karya tulis dan kaligrafi membutuhkan dukungan lebih karena pesertanya tidak bisa meninggalkan arena,” ujarnya.

Riduan juga mengatakan bahwa panitia kini fokus pada persiapan penutupan. Rapat besar panitia dijadwalkan digelar Kamis untuk mematangkan pengamanan, teknis penyerahan hadiah, penataan piala, hingga durasi acara. Grup Wali dijadwalkan tampil pada malam penutupan sebagai bagi masyarakat.

“Prosesi penutupan harus tertib dan rapi, sementara tetap harus berjalan terkontrol,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Agama Kalteng sekaligus Sekretaris Umum LPTQ Kalteng, M. Yusi Abdhian, menyampaikan apresiasinya terhadap seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Dewan Hakim hingga pengawas dan panitia.

Ia menekankan bahwa integritas MTQH tidak hanya ditopang oleh kualitas peserta, tetapi juga oleh kredibilitas proses penilaian.

“MTQH adalah wahana syiar dan pembinaan umat. Karena itu, objektivitas dalam menilai peserta menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Seluruh peserta harus merasa diperlakukan adil,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran pengawas di setiap titik dan pembenahan di lapangan menunjukkan komitmen LPTQ menjaga standar penyelenggaraan MTQH di agar tetap bermartabat dan akuntabel.

(Sya'ban)

baca juga ...  Kepala DLH Kalteng Berharap Kebijakan Lingkungan Jadi Prioritas Pembangunan Daerah
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!