PALANGKA RAYA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng), Muhajirin, menilai pengelolaan potensi pariwisata di wilayah setempat belum optimal. Hal ini terjadi lantaran pendekatan yang dilakukan selama ini cenderung parsial atau hanya terfokus pada satu dinas saja, bukan secara terpadu lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Menurut Muhajirin, Kalteng memiliki keunggulan pada wisata budaya dan alam. Meski demikian, potensi tersebut dinilainya belum cukup kuat untuk membuat wisatawan bertahan lebih lama.
“Wisata kita di sini itu kan lebih banyak budaya dan alam. Pasti itu (belum optimal) karena belum terlaksana secara terpadu,” ujarnya, Selasa, 25 November 2025.
Ia mencontohkan, objek wisata Taman Nasional Tanjung Puting di Kabupaten Kotawaringin Barat memang sudah cukup dikenal. Namun, setelah mengunjungi lokasi tersebut, wisatawan tidak memiliki destinasi lanjutan yang jelas.
“Setelah mereka ke Tanjung Puting, mereka wisatawan ke mana lagi? Nah itu mereka harus melihat keindahan alam melihat orang utan habis ke mana lagi?” tanyanya.
Kondisi ini menyebabkan durasi kunjungan wisatawan menjadi sangat singkat, yang berdampak pada minimnya pemasukan daerah dari sektor pariwisata.
“Paling dari luar terbatas sekali. Yang datang ke daerah kita paling hanya orang sekitar kita ini setelah itu orang bosan enggak ada yang datang lagi,” tambahnya.
Muhajirin menekankan bahwa pariwisata tidak akan berjalan optimal jika hanya mengandalkan Dinas Pariwisata semata.
Ia mendorong agar seluruh SKPD terkait, mulai dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perhubungan, hingga Dinas Perdagangan dan Perindustrian, ikut terlibat aktif dalam ekosistem pariwisata.
“Kalau mereka datang hanya satu titik dua titik berapa biaya transportasi dari negaranya sana hanya untuk melihat satu titik tempat wisata,” tutupnya.
(Syauqi)












