Dinkes Kotim Sebut Penggunaan Aplikasi Sehat Indonesiaku Mampu Petakan Risiko Lebih Akurat 

IST/BERITASAMPIT - Dinas Kotim saat menggelar kegiatan cek gratis di Citimal Sampit.

SAMPIT – Kepala Dinas Kabupaten (Kotim) Umar Kaderi menyampaikan bahwa penggunaan Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) membuat pendataan kasus penyakit atau risiko semakin akurat. Salah satunya Diabetes Melitus (DM) hingga kini, sebanyak 3.504 warga terdata mengidap diabetes melalui sistem ASIK.

“ASIK memungkinkan pelaporan dilakukan secara real time oleh Puskesmas. Setiap hasil pemeriksaan langsung masuk ke sistem sehingga data penderita diabetes dapat dipantau secara menyeluruh dan tidak lagi bergantung pada pelaporan manual,” kata Umar, Kamis 27 November 2025.

Menurut Umar, penggunaan ASIK membantu memetakan risiko berdasarkan wilayah kerja Puskesmas. 

Melalui data yang masuk setiap hari, Dinkes dapat mengetahui tren peningkatan atau pergerakan kasus di suatu wilayah. Data ini menjadi dasar untuk menentukan intervensi masyarakat.

Selain mempermudah pemetaan, ASIK meningkatkan keakuratan data karena meminimalkan kemungkinan terjadinya data ganda. 

Sistem tersebut memberikan nomor identitas sehingga setiap hasil pemeriksaan tercatat di bawah satu nama warga. Dengan demikian, seluruh data penyakit tidak menular menjadi lebih rapi dan mudah dianalisis.

Aplikasi ini juga mendukung kegiatan skrining massal, baik yang dilakukan oleh Puskesmas maupun komunitas. 

Hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas dapat langsung diinput melalui perangkat mobile sehingga laporan dapat diproses tanpa menunggu rekap manual. Metode ini mempercepat penemuan kasus diabetes di Kotim.

Umar menilai bahwa keberadaan ASIK membuat layanan di Kotim semakin modern dan efektif. Dengan data yang semakin akurat, pemerintah daerah dapat merumuskan kebijakan pencegahan dan penanganan penyakit tidak menular secara lebih tepat sasaran.

Dinkes berharap seluruh fasilitas di Kotim dapat terus memaksimalkan ASIK untuk memastikan pendataan semakin baik. Dengan dukungan teknologi, penanganan diabetes diharapkan semakin cepat, akurat, dan menyeluruh. (nardi)

baca juga ...  Tambang Emas Ilegal di Kawan Batu Masih Marak, Warga Resah Meski Sudah Ditertibkan
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!