Aksi Kutip Brondol Warga Penyang vs PT MAP Memanas, Saling Dorong di Portal KM 18

IST/BERITA SAMPIT - Tangkapan layar yang menunjukan warga adu mulut dengan petugas jaga keamanan.

SAMPIT – Ketegangan konflik lahan antara warga Penyang, Kecamatan Telawang, Kabupaten (Kotim) dan PT Mulia Agro Permai (MAP) kembali memanas. Aksi protes yang dilakukan warga dengan cara mengutip brondolan kelapa sawit di lahan sengketa, berujung ricuh di portal keluar-masuk perusahaan, Kamis 27 November 2025 lalu.

Insiden tersebut terjadi tepat di portal pos jaga PT MAP di Kilometer 18 Jalan Jenderal Sudirman, jalur Sampit-Pangkalan Bun. Salah seorang warga, Agnes, membenarkan itu dan menyebut situasi sempat tak terkendali.

“Kembali rusuh di pos KM 18,” singkatnya saat dihubungi, Jumat 28 November 2025, sambil memperlihatkan video adu mulut yang terjadi antara warga dan aparat keamanan perusahaan.

Ia menyebut aksi masyarakat yang mengutip brondolan buah kelapa sawit itu sebagai bentuk protes warga karena sangketa yang tak kunjung usai.

“Aksi protes warga dengan perusahaan, cuma mengutip dikit,” ujarnya

Menurut Agnes warga mengutip brondolan buah kelapa sawit di atas lahan milik warga yang statusnya masih bersengketa dengan PT MAP.

“Kalo tidak salah ada sekitar 7 motor, masing-masing ada yang membawa satu karung ada juga yang dua,” bebernya.

Warga membawa brondol dalam karung ada yang satu hingga dua karung per motor. Namun, saat hendak keluar dari area, portal justru sempat ditutup oleh petugas jaga. Hal itulah yang memicu emosi massa. Adu mulut pun pecah, disusul aksi saling dorong hingga terjadi ketegangan fisik di pos penjagaan.

“Tadi dihalangi, tidak boleh keluar lalu ribut di pos, setelah itu disuruh keluar. Warga yang geram kembali lagi ke pos,” pungkasnya.

(Utomo)

baca juga ...  Patroli Rutin Ditpolairud Polda Kalteng, Periksa Kelengkapan Surat Kapal di Perairan Sampit
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!