PULANG PISAU – Meningkatnya curah hujan pada awal Desember 2025 membuat Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau kembali menyoroti ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dinilai dapat melonjak jika warga tidak memperketat kebersihan lingkungan.
Kepala Dinas Kesehatan Pulang Pisau, dr. Pande Putu Gina, Selasa 2 Desember 2025, menyampaikan bahwa kondisi wilayah yang mulai sering tergenang setelah hujan deras menciptakan tempat berkembang biak yang sangat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti. Menurutnya, peningkatan populasi nyamuk ini tidak boleh dianggap sepele karena berpotensi langsung menaikkan kasus DBD di masyarakat.
Ia menjelaskan, telur nyamuk yang sebelumnya berada di tempat-tempat kering akan menetas ketika terkena air hujan. Situasi ini, kata Pande, membuat siklus perkembangbiakan nyamuk menjadi lebih cepat dan masif sehingga masyarakat harus memperketat pencegahan sejak dini.
Dinas Kesehatan pun mengajak seluruh warga untuk kembali menerapkan pola pencegahan melalui Gerakan 3M Plus. Langkah tersebut mencakup menguras penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah air, serta mengelola atau memusnahkan barang-barang bekas yang dapat menahan air. Upaya Plus seperti memelihara ikan pemakan jentik, menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa, hingga kerja bakti membersihkan lingkungan dinilai sangat membantu menurunkan risiko.
Selain pencegahan, masyarakat juga dimintai kewaspadaan untuk mengenali gejala awal DBD. Pande menegaskan bahwa tanda seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot, nyeri di belakang mata, mual, muntah, hingga munculnya bintik merah harus menjadi alarm untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Menurutnya, penanganan cepat menjadi faktor penentu agar penderita dapat pulih lebih awal dan terhindar dari komplikasi. Karena itulah, masyarakat diharapkan tidak menunda pemeriksaan ketika gejala muncul, terlebih pada anak-anak yang lebih rentan terhadap infeksi.
Pande menutup imbauannya dengan harapan agar seluruh warga Pulang Pisau mengambil bagian dalam menjaga kebersihan lingkungan selama musim hujan. Ia optimistis bahwa kasus DBD dapat ditekan apabila kesadaran masyarakat meningkat dan tindakan pencegahan dilakukan secara konsisten. (ds)












