Warga Miskin Diisukan Tak Dapat Bantuan, Kades Terantang Hilir Angkat Suara

IST/BERITA SAMPIT - Makrunah (82) dan bukti bantuan BLT Kesra.

SAMPIT – Polemik bantuan sosial kembali mencuri perhatian warga Terantang Hilir, Kecamatan Seranau, Kabupaten Timur (Kotim). Kepala Terantang Hilir, Abdul Muhid, akhirnya buka suara setelah munculnya unggahan viral yang menuding adanya warga tidak mampu yang luput dari perhatian pemerintah .

Unggahan tersebut menampilkan sosok seorang lansia bernama Markunah (82), yang disebut hidup hanya bergantung pada anak dan cucunya. Dalam postingan itu, Markunah digambarkan tidak pernah memperoleh bantuan maupun perhatian dari aparat , meski dahulu dikenal sebagai bidan kampung yang berjasa membantu banyak kelahiran.

“Beliau adalah seorang bidan kampung di Terantang Hilir. Kini, biaya hidupnya hanya mengandalkan anak cucu. Seorang yang pernah berjasa untuk banyak warga, sudah sepantasnya mendapatkan perhatian dan bantuan. Semoga aparat bisa membantu beliau mendapatkan haknya, termasuk bansos yang layak ia terima,” ujar tulisan dalam postingan akun Sampit Tumbur.

Menanggapi hal itu Kades Terantang Hilir mengatakan bahwa, Markunah telah mendapatkan BLT Kesra (Program dukungan sosial bagi keluarga tidak mampu yang terdaftar dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi ).

“Kami buka datanya beliau dapat BLT Kesra, jadi jika info dari Facebook harus ditelusuri,” ujarnya pada Rabu 3 Desember 2025.

Ia juga menyampaikan bahwa ada regulasi yang mengatur tentang bantuan untuk masyarakat. Masyarakat yang sudah mendapat bantuan dari Kesra tidak dapat menerima bantuan dari lagi.

“Aturan dari pusat, tidak boleh doble,” ujarnya.

Diketahui penerima BLT Kesra diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) dengan nominal Rp900 ribu dan umumnya tidak diperbolehkan menerima bantuan sosial (bansos) lain secara bersamaan untuk mencegah tumpang tindih data penerima.

(Utomo)

baca juga ...  Pemkab Kotim Sampaikan Raperda APBD 2026 Senilai Rp1,8 Triliun
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!