PALANGKA RAYA – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Herson B. Aden, menegaskan bahwa gerakan menanam pohon merupakan upaya strategis dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus bagian penting mitigasi perubahan iklim.
Pesan tersebut disampaikannya saat mewakili Gubernur Kalteng pada kegiatan Penanaman Pohon Bersama dalam rangka Bulan Menanam Pohon Nasional (BMPN) Tahun 2025 di halaman SMKN 5 Palangka Raya, Rabu, 3 Desember 2025.
Mengusung tema “Hijaukan Negeri, Pulihkan Bumi”, BMPN tahun ini menjadi pengingat bahwa menjaga bumi harus dimulai dari langkah nyata. Menurut Herson, menanam pohon bukan sekadar simbolik, tetapi bentuk kepedulian terhadap kehidupan.
“Menanam pohon adalah investasi bagi masa depan, sedekah oksigen untuk generasi berikutnya,” ujarnya.
Herson menyebut, kebijakan nasional telah mendorong gerakan ini secara berkelanjutan. Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2008, tanggal 28 November telah ditetapkan sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia dan bulan Desember sebagai Bulan Menanam Pohon Nasional.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan hutan sangat menentukan tata air, keanekaragaman hayati, hingga ketahanan pangan masyarakat. Jika tutupan hutan rusak, maka ancaman krisis lingkungan dapat terjadi.
“Rehabilitasi hutan dan lahan menjadi bagian penting dalam mendukung Asta Cita Presiden, terutama terkait ketahanan pangan, energi, dan air,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat terutama pelajar sebagai generasi penerus untuk menjadikan menanam pohon sebagai kebiasaan yang terus berlanjut.
“Kegiatan ini jangan berhenti pada seremoni tanam. Pemeliharaan berkelanjutan adalah kunci agar pohon tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya menandaskan.
(Sya'ban)












