SAMPIT – Hujan deras yang mengguyur Kota Sampit pada Senin 8 Desember 2025 siang membuat sejumlah ruas jalan di Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terendam air.
Beberapa titik yang tergenang di antaranya Jalan Kenan Sandan, Hasan Mansyur, Tjilik Riwut, Christopel Mihing, Walter Condrad, Imam Bonjol, dan sejumlah ruas lain yang berada di kawasan rendah.
Tingginya curah hujan disertai angin kencang juga membuat banyak pengendara memilih berhenti dan berteduh daripada melanjutkan perjalanan.
Kekhawatiran terhadap potensi pohon tumbang semakin kuat karena kejadian serupa beberapa waktu terakhir cukup sering terjadi.
“Lebih baik bertahan saja, takut ada pohon tumbang. Anginnya sangat kencang dan hujan juga deras,” ujar Kurniawan, salah satu warga yang berteduh di sebuah toko sambil menunggu kondisi membaik.
Genangan air di sejumlah titik juga membuat pengendara mesti ekstra hati-hati. Selain jarak pandang berkurang, kondisi jalan licin dapat memicu kecelakaan lalu lintas.
Sebelumnya diberitakan, cuaca ekstrem yang melanda Sampit menyebabkan sebuah pohon tumbang di Jalan Samekto pada Senin siang.
“Hujan dan angin kencang, pohon tumbang di Jalan Samekto,” kata Jeny, warga setempat yang menyaksikan peristiwa tersebut.
Pohon yang tumbang sempat menghambat arus lalu lintas hingga BPBD Kotim bersama relawan Dompet Peduli turun ke lokasi untuk melakukan pembersihan.
BPBD Kotim kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2026. (nardi)












