Gubernur Yakin Program Sekolah dan Kuliah Gratis Jadi Penentu Akses Pendidikan di Kalteng

SYA'BAN/BERITASAMPIT - Gubernur , H. Agustiar Sabran, saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) III DAD Kota di Aula Rumah Jabatan Wali Kota , Minggu, 28 Desember 2025.

– Gubernur (Kalteng) H. Agustiar Sabran menegaskan bahwa program Sekolah dan Kuliah Gratis yang digagas Pemerintah Provinsi Kalteng menjadi faktor krusial dalam menjaga akses pendidikan bagi anak-anak daerah, khususnya dari keluarga tidak mampu dan wilayah pedalaman.

Hal itu disampaikannya saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) III Dewan Adat Dayak (DAD) Kota di Aula Rumah Jabatan Wali Kota , Minggu, 28 Desember 2025.

Agustiar menyatakan, tanpa intervensi kebijakan pendidikan dari pemerintah daerah, ia meyakini banyak anak di tidak dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang menengah dan perguruan tinggi.

“Kalau tidak ada program sekolah dan kuliah gratis, saya yakin anak-anak kita tidak sekolah dan tidak kuliah. Data itu sudah kami lihat, terutama dari daerah pedalaman,” ujarnya.

Menurutnya, program sekolah gratis saat ini difokuskan untuk jenjang SMA dan sederajat karena menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Sementara untuk SD dan SMP, pihaknya membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota.

“SMA itu kewajiban provinsi. Untuk SD dan SMP, kita coba kolaborasi dengan kabupaten dan kota,” katanya.

Terkait program kuliah gratis, Agustiar mengakui bahwa secara regulasi pendidikan tinggi merupakan kewenangan pemerintah pusat. Namun, tetap mengambil peran untuk memastikan anak-anak daerah memiliki kesempatan yang sama mengenyam pendidikan tinggi.

“Sebenarnya kuliah gratis itu urusan kementerian. Tapi kalau kami tidak ambil langkah, saya yakin anak-anak kita tidak ada yang kuliah,” tegasnya.

Ia menambahkan, program pendidikan gratis tersebut diwajibkan bagi pelajar dan mahasiswa dari wilayah pedalaman sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap pemerataan pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Agustiar menekankan bahwa kualitas SDM menjadi penentu utama kemajuan suatu daerah. Tanpa SDM yang baik, pembangunan tidak akan berjalan optimal.

“Kalau SDM-nya kurang, bisa dipastikan daerah itu tidak berkembang. Tapi kalau SDM-nya bagus, pasti daerah itu maju,” pungkasnya.

(Sya'ban)

baca juga ...  TPP Guru dan Insentif Kepala Sekolah Disalurkan, Kadisdik Kalteng: Bukti Nyata Kepemimpinan Gubernur

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!