SAMPIT – Aksi pencurian kembali meresahkan warga di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kali ini, sebuah kamar kos di Jalan Diponegoro, Kecamatan Baamang, dibobol maling pada Selasa, 9 Juni 2026 pagi.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB saat sebagian besar penghuni kos sedang beraktivitas di luar. Kondisi lingkungan yang relatif sepi diduga dimanfaatkan pelaku untuk menjalankan aksinya.
Ketua RT 29, Boyadianto, mengatakan rumah kos tersebut mayoritas dihuni pelajar dan pekerja sehingga pada pagi hari banyak kamar ditinggalkan kosong.
“Kos itu isinya anak-anak sekolah dan pekerja. Jadi memang sepi kalau pagi. Itu yang dimanfaatkan pelaku,” ujar Boyadianto, Rabu, 10 Juni 2026.
Dari rekaman kamera pengawas (CCTV), terlihat seorang pria datang menggunakan sepeda motor dan sempat mengamati situasi sekitar. Setelah memastikan keadaan aman, terduga pelaku kemudian menyongkel jendela salah satu kamar dan masuk ke dalam.
Dalam rekaman tersebut, pria yang diduga pelaku tampak mengenakan kaos berwarna putih dan celana pendek.
Akibat kejadian itu, penghuni kos kehilangan satu tabung gas elpiji 3 kilogram serta sebuah cincin emas seberat sekitar 2 gram.
Boyadianto mengaku tidak mengenali sosok yang terekam kamera pengawas tersebut. Ia menduga pelaku bukan warga yang tinggal di lingkungan setempat.
“Saya belum pernah melihat pelaku. Baru kali itu melihatnya,” katanya.
Menurut dia, kasus pencurian di wilayah tersebut bukan kali pertama terjadi. Dalam dua bulan terakhir, sejumlah warga melaporkan kehilangan berbagai barang, mulai dari tabung gas elpiji hingga burung peliharaan.
“Banyak yang melapor kehilangan gas. Lalu ada juga Jumat kemarin burung peliharaan di depan rumah hilang saat Salat Jumat,” ungkapnya.
Meski lingkungan setempat telah memiliki pos keamanan lingkungan (poskamling), pelaku diduga memanfaatkan waktu ketika warga sedang bekerja atau beraktivitas di luar rumah pada pagi hari.
“Kalau malam di sini aman. Ya namanya maling, ada saja akalnya untuk mencuri,” tandasnya. (Nardi)












