SAMPIT – Pemerintah Desa Telaga Baru, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), bersiap meluncurkan produk beras lokal hasil panen petani desa setempat. Beras tersebut akan dipasarkan dengan merek “Beras Lumbung Telaga” dalam kemasan 5 kilogram.
Kepala Desa Telaga Baru, Nur Firmansyah, mengatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah desa dalam memperkuat sektor pangan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil pertanian warga.
“Pemerintah desa sudah menyiapkan kemasan dan sistem penampungan hasil panen petani. Ke depan, kami siap menampung beras dari warga untuk dipasarkan dengan merek milik desa sendiri,” ujar Nur Firmansyah, belum lama ini.
Ia menjelaskan, beras Lumbung Telaga sepenuhnya berasal dari lahan pertanian warga Desa Telaga Baru. Selain menjaga kualitas, kehadiran merek desa ini diharapkan mampu memotong rantai distribusi yang selama ini merugikan petani.
“Selama ini petani hanya menjual gabah atau beras ke tengkulak dengan harga yang tidak stabil. Dengan adanya merek desa, kami ingin petani mendapatkan harga yang lebih layak dan berkeadilan,” jelasnya.
Tak hanya berorientasi pada ekonomi, program ini juga menjadi bagian dari upaya kemandirian pangan desa. Pemerintah Desa Telaga Baru menargetkan beras Lumbung Telaga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat lokal terlebih dahulu sebelum dipasarkan lebih luas.
“Ini bukan sekadar soal jualan beras, tetapi tentang kedaulatan pangan desa dan kebanggaan terhadap hasil produksi sendiri,” tegas Nur Firmansyah.
Rencananya, beras Lumbung Telaga akan mulai diperkenalkan kepada masyarakat dalam waktu dekat, bersamaan dengan penguatan kelembagaan desa yang mengelola sektor pangan. Pemerintah desa optimistis, produk ini akan menjadi salah satu unggulan Desa Telaga Baru di Kabupaten Kotawaringin Timur.
(Jimmy)












