SAMPIT – Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menegaskan pentingnya penguatan dukungan bagi pelaku usaha mikro kecil (UMK) dan industri kreatif melalui jalur musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang), mulai dari tingkat desa hingga kecamatan.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kotim, Johny Tangkere, menilai masih banyak pelaku UMK yang membutuhkan sentuhan bantuan sederhana namun berdampak besar terhadap peningkatan produksi dan kualitas usaha. Menurutnya, perhatian tidak boleh hanya terfokus pada program berskala besar.
Belakangan diakui bahwa efisiensi anggaran membuat sejumlah dukungan untuk UMKM Kotim terkendala karena APBD dipilah untuk program lebih mendesak.
“UMK ini justru harus didorong dari bawah. Dari desa, kelurahan, sampai kecamatan lewat Musrenbang. Jangan hanya memikirkan yang besar-besar saja,” ujar Johny, Kamis 15 Januari 2026.
Ia mencontohkan pengrajin perahu di wilayah Bukit Santuai yang ditemuinya saat kegiatan dinas. Dengan peralatan kerja yang masih sangat sederhana, pengrajin tersebut tetap mampu berproduksi, namun kualitas dan daya tahan hasilnya terbatas.
“Kalau dibantu alat seperti bor listrik, ketam listrik, dan peralatan dasar lainnya, hasilnya bisa jauh lebih baik dan lebih awet. Modalnya juga tidak besar, kisaran Rp25 juta sampai Rp40 juta,” jelasnya.
Johny menekankan, peran kepala desa, lurah, dan camat sangat menentukan dalam mendorong usulan bantuan bagi UMK. Mereka diharapkan lebih peka melihat potensi dan kebutuhan warganya, lalu mengusulkannya secara resmi melalui Musrenbang.
“Ini harus jadi perhatian kepala desa, lurah, dan camat. Kalau sudah diusulkan lewat Musrenbang, nanti dinas terkait yang menindaklanjuti penyediaan alatnya,” katanya.
Ia juga mengakui keterbatasan anggaran daerah akibat efisiensi dan penurunan APBD menjadi tantangan tersendiri. Namun dengan perencanaan yang tepat dan usulan yang jelas dari bawah, bantuan bagi UMK dan industri kreatif tetap dapat direalisasikan secara bertahap.
“Bantuan ini memang nilainya kecil, tapi dampaknya besar bagi pelaku usaha. Kalau ini konsisten dilakukan, ekonomi masyarakat bisa bergerak,” pungkas Johny. (nardi)












