SAMPIT – Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menekankan pentingnya optimalisasi percepatan pelaksanaan proyek fisik sejak awal tahun 2025.
“Pentingnya optimalisasi program pembangunan agar tidak menumpuk di akhir tahun,” kata Halikinnor, Rabu 29 Januari 2025.
Ia bahkan menilai Bina Marga Kotim menjadi dinas pertama yang melaksanakan lelang di awal tahun. Saat ini, mereka hanya menunggu kontrak karena masih ada regulasi dari pemerintah pusat terkait sumber pendanaan.
Pada evaluasi akhir 2024, Halikinnor menyampaikan bahwa realisasi anggaran tahun tersebut cukup baik, dengan pendapatan mencapai 91,50 persen dan belanja sebesar 85,13 persen. Namun, ia menyoroti bahwa pelaksanaan sejumlah program masih sering tertunda karena banyak proyek baru dimulai menjelang akhir tahun.
Untuk tahun anggaran 2025, Pemkab Kotim telah mengalokasikan Rp181,6 miliar untuk pembangunan fisik dengan total 339 paket proyek. Anggaran tersebut dibagi dalam tiga sektor utama, yakni Bidang Bina Marga sebesar Rp156,9 miliar untuk pembangunan dan perbaikan jalan, gang, serta jembatan. Selanjutnya Bidang Perumahan Rakyat sebesar Rp10,7 miliar untuk peningkatan kawasan perumahan. Kemudian Bidang Sumber Daya Air sebesar Rp14 miliar untuk pengelolaan irigasi dan pintu air.
Diketahui, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim telah memulai proses lelang lebih awal.
Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dhinar Tistama, mengungkapkan bahwa dari enam proyek yang direncanakan, lima di antaranya telah selesai dilelang.
“Jika termasuk paket pengawasan, total ada sembilan proyek yang saat ini dalam proses,” ungkap Mentana.
Mentana berharap percepatan lelang ini dapat memastikan kelancaran program pembangunan. Dengan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil (DBH), diharapkan proyek infrastruktur di Kotim dapat berjalan sesuai rencana, lebih efisien, serta tepat waktu.
(nardi)












