SAMPIT – Camat Mentawa Baru (MB) Ketapang, Kotawaringin Timur (Kotim) Irpansyah, mendorong agar program nasional Koperasi Merah Putih bisa bisa dilaksanakan disemua desa karena berdampak pada kondisi keuangan desa dan kelurahan di wilayahnya. Hal itu disampaikannya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan MB Ketapang untuk RKPD 2027, Kamis 5 Februari 2026.
Irpansyah menjelaskan, hingga saat ini program Koperasi Merah Putih di Kecamatan MB Ketapang baru terealisasi pembangunan gerai di satu desa, yakni Desa Eka Bahurui, kemudian Desa Telaga Baru juga berjalan namun belum ada gerai.
Sementara itu, desa lain masih menghadapi kendala, terutama keterbatasan lahan untuk pembangunan gerai koperasi.
Ia mengungkapkan, dana desa dari pemerintah pusat telah mengalami pengurangan signifikan, yakni sekitar Rp800 juta per desa yang dialokasikan khusus untuk program Koperasi Merah Putih selama enam tahun secara nasional.
Kondisi tersebut membuat desa tidak lagi leluasa menggunakan dana desa untuk kebutuhan pembangunan lain.
“Akibat pemotongan itu, saat ini dana desa yang tersisa hanya sekitar Rp300 juta. Dengan kondisi tersebut, desa tidak bisa lagi mengalokasikan anggaran untuk pembangunan gerai koperasi karena fokus anggaran sudah ditentukan,” ujarnya.
Menurut Irpansyah, sisa dana desa tersebut telah diarahkan untuk tujuh program prioritas nasional. Di antaranya penanganan kemiskinan ekstrem minimal 65 persen, ketahanan pangan maksimal 20 persen, operasional desa maksimal 3 persen, penanganan stunting, perubahan iklim, serta digitalisasi desa.
Dengan keterbatasan anggaran dan aturan penggunaan yang ketat, hasil musyawarah desa untuk pembangunan koperasi tidak dapat diakomodir. Karena itu, Irpansyah berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah, khususnya terkait penyediaan lahan.
Ia mengusulkan agar aset milik pemerintah daerah, seperti pasar di Pelangsian, aset di Desa Bapanggang, atau lokasi di Kelurahan Mentawa Baru Hulu, dapat dihibahkan kepada desa atau kelurahan. Dengan demikian, aset tersebut bisa dimanfaatkan untuk pembangunan gerai Koperasi Merah Putih.
“Saat ini yang sudah terbangun baru di Desa Eka Bahurui. Untuk Desa Telaga Baru, koperasi sebenarnya sudah berjalan, namun belum bisa membangun gerai karena belum memiliki lahan,” jelasnya.
Ia berharap melalui dukungan pemerintah daerah, program Koperasi Merah Putih dapat berjalan merata di seluruh desa dan kelurahan di MB Ketapang, meski di tengah keterbatasan anggaran dana desa. (nardi)












