PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya memastikan kondisi harga bahan pokok pada minggu pertama Ramadan relatif stabil. Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, usai mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi yang dipimpin Kementerian Dalam Negeri, Senin 23 Februari 2026.
Dalam rapat tersebut, sejumlah lembaga seperti Badan Pusat Statistik (BPS) dan instansi terkait memaparkan perkembangan harga serta komoditas yang berpotensi mengalami kenaikan di beberapa daerah.
“Untuk Kota Palangka Raya, Alhamdulillah pada minggu pertama bulan puasa ini ketersediaan bahan pokok masih cukup dan harga relatif stabil,” ucapnya.
Hingga hari ini hanya terdapat kenaikan pada komoditas daging ayam ras. Kenaikan tersebut sebesar Rp2.000 per kilogram, dari Rp40.000 menjadi Rp42.000 per kilogram.
“Naiknya tidak terlalu besar, hanya Rp2.000 atau sekitar lima persen, masih di bawah 10 persen dan masih bisa ditoleransi,” tambahnya.
Kenaikan harga daging ayam ras juga terjadi di sejumlah daerah lain di Indonesia sebagaimana dipaparkan dalam rapat koordinasi tersebut.
“Stabilitas harga ini tidak terlepas dari langkah pengawasan yang dilakukan bersama Satgas Sapu Bersih (Saber) Pangan, menyusul kebijakan Kepala Badan Pangan Nasional terkait penguatan pengawasan harga dan distribusi,” lanjutnya.
Pengawasan dilakukan bersama pihak terkait, termasuk kepolisian dan instansi lainnya untuk memastikan tidak ada lonjakan harga yang meresahkan masyarakat. Pemerintah Kota melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memastikan ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi, serta stabilitas harga selama Ramadan.
“Yang terpenting bahan pokok tersedia, distribusi lancar, dan perkembangan harga tetap stabil. Kalau ada kenaikan sedikit itu wajar dalam mekanisme pasar, yang penting tidak memberatkan masyarakat,” ungkapnya. (yud)












