SUKAMARA – Bupati Sukamara, Masduki, mengingatkan seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Peringatan tersebut disampaikan menyusul informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan kondisi cuaca pada 2026 hingga 2027 akan lebih kering akibat fenomena El Nino.
Menurut Masduki, sejumlah daerah di Kalimantan Tengah bahkan telah menetapkan status siaga karhutla sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi meningkatnya titik panas dan kebakaran lahan pada musim kemarau.
“Tahun ini memang ada El Nino, tetapi tidak berlangsung panjang. Namun, dampaknya bisa bergeser hingga tahun 2027. Ini juga menjadi instruksi dari pemerintah provinsi dan jangan sampai diabaikan,” katanya.
Ia menegaskan, kewaspadaan terhadap karhutla harus menjadi perhatian bersama mengingat dampak kebakaran tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Untuk mengantisipasi potensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukamara telah menyiapkan personel serta sarana dan prasarana pendukung guna memperkuat upaya mitigasi dan penanganan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Masduki mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif mencegah terjadinya karhutla, salah satunya dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di wilayahnya.
“Pencegahan jauh lebih penting. Kita berharap seluruh masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan agar Kabupaten Sukamara terhindar dari bencana kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya. (enn)












