LAMANDAU – Aktivitas tambang emas di aliran sungai Desa Penopa, Kabupaten Lamandau, kembali memakan korban jiwa. Seorang pekerja tambang asal Kabupaten Seruyan, Pren, dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa bebatuan saat bekerja, Minggu 1 Maret 2026 siang.
Peristiwa tragis itu terjadi di tengah aktivitas penambangan di areal sungai Desa Penopa. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga tertimpa batu dari tumpukan material di lokasi tambang.
Kabar duka tersebut dibenarkan pihak keluarga korban.
“Benar, korban atas nama Pren, asal Seruyan. Dari infonya jenazah akan langsung dibawa ke rumah duka di Kabupaten Seruyan,” ujar salah satu anggota keluarga.
Seorang sumber di lokasi yang enggan disebutkan namanya juga membenarkan adanya insiden tersebut. “Benar infonya,” katanya singkat.
Namun hingga kini, kronologi lengkap kejadian belum diketahui secara pasti. Belum ada keterangan resmi terkait apakah peristiwa tersebut murni kecelakaan kerja atau ada faktor lain yang menjadi penyebab.
Kapolres Lamandau, Joko Handono, mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan guna memastikan informasi yang beredar.
“Kami akan cek dulu ke lokasi untuk memastikan kejadian tersebut dan akan menghimpun berbagai narasumber untuk memastikanya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu 1 Maret 2026.
Ia juga menegaskan, sebelumnya pihak kepolisian telah melakukan penertiban terhadap aktivitas tambang di wilayah tersebut.
“Kami sudah menertibkan aktivitas tambang di sana. Apabila masih ada yang melakukan aktivitas tambang, tentu akan kami tertibkan dan tindak lebih lanjut sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Insiden ini kembali menyoroti aktivitas tambang di wilayah aliran sungai Lamandau yang kerap menjadi perhatian aparat. Selain berisiko terhadap keselamatan pekerja, aktivitas tersebut juga berpotensi menimbulkan persoalan hukum dan dampak lingkungan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan tambahan dari pihak perusahaan atau pengelola tambang terkait status legalitas aktivitas di lokasi kejadian. Polisi masih melakukan pendalaman. (Andre)












