Arus Mudik Awal Puasa Mulai Terasa

NARDI/BERITASAMPIT - Suasana penumpang naik kapal di Pelabuhan Sampit.

Penumpang Pilih Mudik Lebih Awal Ingin Hindari Puncak Kepadatan

Arus mudik Idulfitri di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Timur, mulai terasa sejak awal Ramadan, Kamis 26 Februari 2026. Meski belum memasuki puncak kepadatan, pergerakan penumpang yang hendak pulang ke Pulau Jawa sudah menunjukkan peningkatan.

AHMAD WINARDI, Sampit

SORE hari yang cukup terik suasana pelabuhan tampak cukup ramai namun masih tertib. Kapal milik PT Dharma Lautan Utama terlihat bersandar di dermaga, bersiap mengangkut para pemudik menuju Surabaya. Di loket penjualan tiket, barisan calon penumpang berjajar rapi menunggu giliran.

Kapal KM Dharma Rucitra VI dijadwalkan bertolak dari Sampit menuju Pelabuhan Tanjung Perak pada pukul 18.00 WIB. Hingga pembaruan terakhir, jumlah penumpang tercatat sekitar 315 orang dari total kapasitas 372 penumpang.

Para pemudik sudah mulai berbaris di depan pintu masuk terminal pelabuhan, petugas dengan sigap memeriksa tiket para penumpang yang masuk.

Di sudut ruang tunggu, seorang pria dengan jaket hitam tampak duduk santai dengan rekannya sambil sesekali memainkan ponselnya. Tas ransel biru dan koper ukuran sedang tersusun rapi di depannya. Ia bersama rekannya memilih berangkat lebih awal, jauh sebelum puncak arus mudik benar-benar memadati pelabuhan.

Rudi (29), warga Surabaya yang telah lama bekerja di Sampit, mengaku sengaja mengambil jadwal keberangkatan lebih awal untuk menghindari kepadatan penumpang.

“Kalau mendekati Lebaran biasanya sangat padat. Antre panjang, suasana juga berdesakan,” ujarnya sambil tersenyum.

Keputusan itu diambil bukan tanpa alasan. Ia sudah dua tahun tidak pulang kampung karena kesibukan pekerjaan dan kondisi tertentu.

“Sudah lama tidak pulang. Jadi ambil cuti lebih awal dan kebetulan dapat tiket lebih murah karena ada diskon,” katanya.

Baginya, mudik bukan sekadar perjalanan, melainkan momen melepas rindu bersama orang tua dan keluarga besar. Ia ingin memiliki waktu lebih panjang sebelum Hari Raya tiba.

“Kalau datangnya mepet Lebaran, rasanya cepat sekali. Sekarang bisa lebih lama kumpul. Itu yang paling penting,” ucapnya pelan.

Dari kejauhan nampak seorang berpakaian biru tua dan topi hitam berdiri sedang berbincang dengan kru pelabuhan, begitu disambangi wajahnya nampak asing, dia merupakan Manager PT Dharma Lautan Utama Cabang Sampit yang baru bertugas Kacung Muhadi.

Ia menjelaskan peningkatan penumpang di awal Ramadan ini tak lepas dari program diskon tiket yang rutin digelar menjelang Lebaran.

“Di awal puasa kami memberikan program diskon harga tiket agar masyarakat bisa mudik lebih awal dan tidak menumpuk saat mendekati Lebaran,” jelasnya.

Menurutnya, potongan harga dibagi dalam beberapa tahap untuk memberi fleksibilitas waktu keberangkatan bagi calon penumpang. Program tersebut dinilai efektif mendorong warga merencanakan perjalanan lebih awal.

Sekitar pukul 17.00 WIB, pintu menuju terminal keberangkatan mulai dibuka. Para penumpang berjalan tertib menuju kapal tanpa saling berdesakan. Sejumlah porter terlihat membantu mengangkat koper dan barang bawaan.

Anak-anak kecil menggenggam tangan orang tuanya, melangkah perlahan menaiki kapal berwarna putih biru khas Dharma Lautan Utama.

Kacung memprediksi puncak arus mudik akan terjadi sekitar H-15 Idulfitri. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pihaknya menyiapkan dua armada, yakni KM Dharma Rucitra VI untuk rute Sampit–Semarang serta KM Kirana III untuk rute Sampit–Surabaya. Namun jadwal resmi KM Kirana III masih menunggu proses docking selesai.

Suasana semakin gelap menuju Magrib, sisa sedikit penumpang yang menuju ke kapal. Tepat setelah azan Magrib berkumandang, kapal perlahan meninggalkan dermaga Pelabuhan Sampit, menyusuri alur Sungai Mentaya menuju lautan lepas seiring dengan malam yang mulai menyapa. (***)

baca juga ...  Polres Sukamara Akan Bentuk Satgas Bansos

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!