Dewan Soroti Meningkatnya Angka Kriminalitas di Kotim, Aparat Diminta Perketat Pengamanan

NARDI/BERITASAMPIT - Ketua Komisi I DPRD Kotim Angga Aditya Nugraha.

SAMPIT – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Timur (Kotim), Angga Aditya Nugraha, menyoroti meningkatnya angka kriminalitas dalam beberapa waktu terakhir. Ia meminta jajaran kepolisian mengambil langkah lebih tegas dan terukur demi menjamin keamanan masyarakat.

Menurut Politisi PDIP ini, berbagai kasus pencurian dan tindak kejahatan lain yang terjadi belakangan ini telah memicu kekhawatiran warga. Situasi tersebut tidak boleh dianggap sepele karena berpotensi mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum di daerah.

“Intensitas patroli harus ditambah, khususnya di kawasan yang dinilai rawan. Warga tentu ingin beraktivitas dengan tenang tanpa dihantui rasa takut,” ucapnya Selasa 3 Maret 2026.

Ia menekankan pentingnya upaya pencegahan, mulai dari patroli rutin, pengawasan lingkungan berbasis masyarakat, hingga kecepatan aparat dalam menindaklanjuti laporan. 

Selain itu, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan unsur masyarakat dinilai perlu diperkuat agar penanganan kejahatan lebih efektif.

Di sisi lain, Angga juga mengingatkan warga untuk tidak lengah. Ia mendorong masyarakat segera melapor apabila menemukan hal-hal mencurigakan di lingkungan sekitar.

“Kondusivitas Kotim adalah tanggung jawab bersama. Namun, aparat kepolisian tetap memiliki peran sentral dalam menjaga stabilitas keamanan,” tegasnya.

Ia memastikan DPRD akan terus memonitor situasi keamanan di Kotim. Jika diperlukan, lembaga siap memberikan dukungan kebijakan guna membantu terciptanya rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Sejumlah kasus yang menyita perhatian masyarakat di saat bulan Ramadan mulai dari perampokan IRT jelang sahur pada Jumat 20 Februari 2026 di Perumahan Pandawa. Seorang ibu rumah tangga bernama Marni (42) menjadi korban perampokan di rumahnya di Perumahan Pandawa, Jalan Jenderal Sudirman, Sampit, sekitar pukul 02.30 WIB saat sebagian warga sedang bersiap sahur. 

baca juga ...  Warga Pulau Hanaut Diduga Jadi Korban Penipuan Travel Umrah, Dewan Minta Polisi Usut Tuntas

Pelaku masuk ke kamar dan sempat memasang penganiayaan terhadap korban hingga mengalami luka serius di kepala dan wajah sebelum akhirnya melarikan diri. Kasus ini tengah ditangani oleh Polsek Ketapang dan aparat kepolisian masih memburu pelaku. 

Kemudian pada hari yang sama siang di Jalan HM Arsyad, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, seorang pelaku perampokan bersenjata tajam berhasil membawa kabur sekitar Rp9 juta dari sebuah agen BRILink. Korban yang bertugas sendirian diancam pelaku sebelum uang diambil dan pelaku melarikan diri dengan sepeda motor. 

Belum lama setelah perampokan agen BRILink, aksi lain menimpa mesin ATM Bank Sinarmas di Jalan Jenderal A. Yani, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, yang dibobol oleh pelaku sekitar Rabu 25 Februari 2026 subuh. Mesin rusak parah dan pelaku mengambil uang tunai, kerugian sekitar Rp10 juta dari kejadian tersebut. Masyarakat menilai rentetan kejadian ini memperkuat kekhawatiran soal keamanan di Kota Sampit. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!