PANGKALAN BUN – Personel Mako Perwakilan Pendulangan Ditpolairud Polda Kalteng terus memperkuat sinergi dengan warga pesisir melalui kegiatan Pemolisian Masyarakat (Polmas).Â
Petugas menyambangi masyarakat di bantaran sungai Das Arut, Desa Tanjung Putri, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, untuk memberikan edukasi terkait bahaya radikalisme.
Kegiatan ini merupakan langkah preventif Polri dalam mengajak masyarakat berperan aktif membantu pemerintah dan aparat keamanan dalam mencegah serta menanggulangi potensi aksi terorisme.
Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan, melalui Dirpolairud Kombes Pol. Dony Eka Putra, menegaskan bahwa upaya memutus rantai jaringan terorisme tidak bisa hanya mengandalkan aparat TNI, Polri, dan Pemerintah saja.
“Semua harus terlibat dalam memutus sel-sel baru jaringan terorisme. Tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh lapisan warga memiliki peran vital untuk menjaga lingkungan dari masuknya paham radikalisme,” ujar Kombes Pol. Dony Eka Putra, Senin 9 Maret 2026.
Dony juga menyoroti pentingnya edukasi agama yang tepat. Menurutnya, tokoh agama sangat berperan dalam memberikan pemahaman yang sesuai kaidah agar masyarakat tidak terjebak pada aliran yang mengatasnamakan agama untuk kepentingan radikal.
Selain edukasi agama, Ditpolairud Polda Kalteng menekankan agar pemerintah desa dan tokoh masyarakat kembali menggaungkan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa. Hal ini dinilai krusial untuk menjaga keutuhan NKRI di tengah arus globalisasi.
“Pancasila di era globalisasi saat ini terkesan kurang digaungkan. Padahal, nilai-nilai di dalamnya adalah kunci utama dalam menyelesaikan masalah intoleransi, radikalisme, dan terorisme,” jelasnya.
Melalui sosialisasi rutin ini, diharapkan masyarakat semakin waspada dan mampu memilah informasi, sehingga tercipta situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah perairan Kalimantan Tengah.(im/bs)












