Dewan Harapkan Cabang Domino Jadi Wadah Pembinaan Generasi Muda

NARDI/BERITASAMPIT - NARDI/BERITASAMPIT - Suasana Kejuaraan Domino yang dilaksanakan Orado Kotim.

SAMPIT – Kalangan DPRD memberikan perhatian terhadap perkembangan cabang domino di Kabupaten Timur (Kotim) yang kini mulai diarahkan menjadi kegiatan kompetitif dan terorganisir. Mereka menilai, potensi domino tidak hanya sebatas , tetapi juga bisa menjadi sarana pembinaan generasi muda.

Anggota DPRD Ferry Khaidir yang hadir dalam pembukaan menilai popularitas domino di tengah masyarakat menjadi modal besar untuk dikembangkan sebagai yang berdampak positif.

“Domino ini sudah sangat dikenal di masyarakat. Kalau dikelola dengan baik, bisa menjadi aktivitas yang mengarah ke hal-hal positif, terutama bagi anak muda,” ujarnya, Jumat 3 April 2026.

Dewan Kalteng Dapil Kotim- ini menyoroti pentingnya menghadirkan kegiatan yang mampu mengalihkan generasi muda dari pengaruh negatif, mengingat kondisi daerah yang masih dihadapkan pada persoalan sosial seperti penyalahgunaan narkoba.

“Ini bisa menjadi alternatif kegiatan yang sehat. Dengan adanya wadah seperti Orando, diharapkan anak-anak muda punya ruang untuk menyalurkan minatnya,” katanya.

Ferry juga berharap, dari kejuaraan yang mulai digelar ini akan muncul atlet-atlet domino yang mampu membawa nama daerah ke tingkat lebih tinggi, baik provinsi maupun .

“Kalau pembinaan berjalan, bukan tidak mungkin Kotim bisa melahirkan atlet berprestasi,” tambahnya.

Ia menegaskan, dukungan dari pihak akan terus diberikan sepanjang kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kalau sifatnya positif, tentu kita siap mendukung,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah, menilai pelaksanaan turnamen domino tingkat kabupaten menjadi momentum awal memperkenalkan ini secara lebih luas.

Menurutnya, animo masyarakat terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi, terlihat dari jumlah peserta yang terus meningkat dibandingkan kegiatan sebelumnya.

baca juga ...  Efisiensi Anggaran Jangan Sampai Mengganggu Layanan Kesehatan

“Ini jadi bukti bahwa minat masyarakat sangat besar. Walaupun masih terbatas, tapi ini langkah awal yang baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini domino telah memiliki sistem permainan yang berbeda dibanding sebelumnya, termasuk penggunaan peralatan khusus serta aturan dalam pertandingan tim.

“Sekarang sudah lebih terstruktur. Ada aturan main, jumlah pemain dalam satu tim, hingga perlengkapan yang digunakan,” jelasnya.

Riskon berharap, ke depan masyarakat semakin memahami konsep domino sebagai sehingga partisipasi dalam kejuaraan bisa lebih luas.

“Yang belum ikut bisa belajar dulu, nanti ke depan kita harapkan semakin banyak yang terlibat,” tandasnya. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!