Distribusi Minyakita di Kotim Sempat Tersendat Gegara Suplai Terbatas

NARDI/BERITASAMPIT - Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Sampit M Azwar Fuad.

SAMPIT – Ketersediaan minyak goreng bersubsidi merek Minyakita di Kabupaten (Kotim) sempat mengalami hambatan distribusi. Hal ini diungkapkan Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Sampit, Muhammad Azwar Fuad, yang menyebut keterbatasan pasokan sebagai faktor utama.

Menurutnya, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan tidak menguasai seluruh produksi minyak goreng . Hanya sekitar 30 persen yang dialokasikan kepada BUMN, sementara sisanya didistribusikan oleh pihak swasta.

“Dari total produksi, BUMN hanya memperoleh sekitar 30 persen, itu pun harus dibagi lagi antara Bulog dan ID Food. Jadi sebagian besar memang dikelola oleh sektor swasta,” ujarnya, Sabtu 11 April 2026.

Kondisi ini semakin diperparah pada Maret 2026, saat produsen lebih memprioritaskan penyaluran untuk program bantuan pangan pemerintah. Dalam program tersebut, setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan, dengan distribusi langsung untuk dua bulan.

Akibatnya, distribusi ke pasar umum sempat terganggu. Meski demikian, Fuad memastikan kondisi tersebut mulai membaik pada April ini seiring normalisasi suplai dari produsen.

“Sekarang pasokan sudah mulai kembali lancar, baik ke Bulog maupun distributor lainnya. Harapannya harga juga ikut stabil,” katanya.

Terkait harga, ia menyebutkan bahwa harga eceran tertinggi (HET) Minyakita ditetapkan Rp15.700 per liter. Namun di lapangan, harga umumnya dibulatkan menjadi Rp16.000 per liter.

“Kalau masih di angka Rp16.000 itu masih bisa ditoleransi. Tapi kalau sudah menembus Rp17.000, itu perlu diwaspadai,” tegasnya.

Dalam upaya menjaga stabilitas harga dan distribusi, Bulog juga menggandeng pedagang melalui program kemitraan. Pedagang yang ingin menjadi mitra diwajibkan melengkapi dokumen seperti KTP, NPWP, dan NIB, serta berkomitmen menjual sesuai HET.

baca juga ...  Wanita Muda Asal Baamang Alami Kecelakaan Tunggal di Cempaga

Saat ini, jumlah mitra Bulog di Kotim mencapai sekitar 60 pedagang, yang terdiri dari Rumah Pangan Kita (RPK) dan pengecer umum. Jumlah tersebut terus bertambah sejak program penyaluran Minyakita digencarkan.

Dari sisi pasokan, jumlah distribusi setiap bulan cenderung fluktuatif. Pada Maret 2026, Bulog Kotim menerima sekitar 300 ribu liter, sementara pada Februari sempat mencapai 350 ribu liter.

Selain minyak goreng, Bulog juga memastikan ketersediaan bahan pokok lainnya masih dalam kondisi aman. Stok beras cadangan pemerintah saat ini tercatat sekitar 6.900 ton, yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga sembilan bulan ke depan.

Untuk penyaluran bantuan pangan di tiga wilayah, yakni Kotim, , dan , kebutuhan diperkirakan sekitar 1.200 ton. Dengan stok yang tersedia, kebutuhan tersebut dinilai masih sangat mencukupi.

Di sisi lain, stok gula yang tersimpan di gudang Bulog mencapai 50 ton dengan harga jual Rp18.000 per kilogram.

Menghadapi potensi dampak musim kemarau panjang, Bulog juga telah mengantisipasi kemungkinan penurunan produksi beras. Peringatan dini dari dan Bulog pusat terkait fenomena El Nino menjadi perhatian serius.

Jika terjadi gagal panen, langkah antisipasi yang akan dilakukan adalah meningkatkan penyaluran beras SPHP serta bantuan pangan guna menekan lonjakan harga di pasaran. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!