SAMPIT – Kegiatan naik tingkat silat tradisional Kuntau Bangkui Salamat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi momentum mempererat kebersamaan antarperguruan silat.
Acara yang digelar di Kecamatan Kotabesi ini diikuti sekitar 250 pesilat dengan sekitar lima perguruan silat hadir sebagai ajang silaturahmi sinergi antar perguruan, Minggu 12 April 2026.
Ketua Dewan Pembina Kuntau Bangkui Salamat Kotim, Dadang H Syamsu menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebatas prosesi kenaikan tingkat, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dengan perguruan silat tradisional di sekitar Kecamatan Kotabesi.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut diharapkan tercipta kekompakan, baik di internal perguruan maupun antarperguruan silat yang ada di Kotim berjalan bergandengan sama-sama menjaga budaya daerah.
“Ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi juga upaya mempererat hubungan dan menjaga persaudaraan antarperguruan,” ujarnya.
Dadang yang juga Ketua Komisi III DPRD Kotim ini mengajak seluruh elemen, termasuk masyarakat dan pemerintah daerah, untuk bersama-sama menjaga dan merawat budaya lokal, termasuk seni bela diri tradisional agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
Ia menegaskan bahwa keberadaan silat tradisional merupakan bagian dari warisan budaya daerah yang perlu terus dilestarikan. Karena itu, ia berharap Pemerintah Kabupaten Kotim, pihak kecamatan dapat memberikan perhatian khusus terhadap kegiatan-kegiatan pelestarian budaya tersebut.
“Harapan kami, semua perguruan silat tradisional di Kotim bisa terus berkembang dan tetap eksis. Dukungan dari pemerintah sangat penting agar budaya ini tetap hidup di tengah masyarakat,” tandasnya. (Nardi)












