PANGKALAN BUN – Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Hj. Nurhidayah, berziarah ke makam Prof. Dr. Birute Mary Galdikas dan Suaminya Almarhum Bohap Bin Jalan, disamping rumah duka Jalan Topar, Desa Pasir Panjang, Senin 20 April 2026 sekitar Pukul 10.00 WIB.
Kedatangan Bupati yang didampingi Sekda Kobar Rody Iskandar bersama jajaran Setda Kobar disambut langsung oleh Frederick Pahlerang Bohap Galdikas, Direktur OFI didampingi Manager OFI Dudy, beserta jajaran staf OFI.
Sebelum acara tabur bunga, Frederick menyampaikan ucapan selamat datang kepada Bupati dan rombongannya.
“Kami atas nama Keluarga OFI, mengucapkan terimakasih kepada Ibu Bupati beserta rombongan, yang telah meluangkan waktu untuk ziarah kekuburan Ibu dan Bapak kami,” kata Frederick.

Bupati Kobar Hj. Nurhidayah pun menyampaikan permohonan maafnya tidak bisa hadir pada saat prosesi pemakaman sehubungan dengan kegiatam di luar daerah.
“Untuk itu Ibu minta maaf karena ada kegiatan yang tidak bisa diwakili, namun saat ibu berada di luar kota ibu berjanji tetap akan ziarah ke makam Prof Birute Galdikas. Akhirnya hari ini ibu penuhi janji ibu untuk melakukan ziarah ke makam Ibu Birute dan bapak Bohap,” ucap Hj.Nurhidayah.
Dalam kesempatan itu, Bupati dihadapan Putra dari Prof Dr.Birute Galdikas Frederick dan seluruh karyawan OFi yang hadir maupun aparat desa Pasir Panjang, menyampaikan kenangan terakhir dirinya sempat bertemu dengan Prof. Dr. Birute Galdikas saat akan berangkat berobat keluar negeri.
“Saat beliau menyampaikan kepada Ibu bahwa beliau minta di makamkan di Kobar, sebab beliau bukan lagi Warga Negara Asing lagi akan tetapi sudah Warga Negara Indonesia (WNI). Beliau memang berpesan kepada Ibu bahwa jika beliau meninggal dunia minta dimakamkan di Kobar disamping makam suaminya bapak Bohap, ini bukti kuat cinta beliau begitu besar kepada Kotawaringin Barat,” ujar Bupati Kobar dengan penuh haru.
Bupati pun menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas segala yang telah dilakukan oleh Almarhum bapak Bohap dan Almarhumah Prof. Dr. Birute dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup yakni TNTP dan orangutan .
“Prof Birute Galdikas mendedikasikan dirinya hampir 55 tahun sejak beliau belum menikah dengan Bapak Bohap. Perjuangannya jangan sampai tidak dilanjutkan, meski beliau dalam keadaan sakit saat itu masih memikirkan kelanjutan kelestarian TNTP, untuk itu kami dari pemerintah daerah berkomitmen akan mendukung penuh perjuangan beliau dalam melestarikan taman nasional Tanjung Puting,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Bupati pun menyerahkan piagam penghargaan kepada Keluarga Prof Birute Galdikas atas dedikasinya selama ini, karena Prof Birute Galdikas bersama suaminya telah memberikan kontribusi besar untuk Kabupaten Kotawaringin Barat terutama dalam pembangunan pelestarian hutan dan orangutan.
“Karena perjuangan pak Bohap dan Prof. Dr. Birute Galdikas, Kotawaringin Barat terkenal di mancanegara karena di TNTP terdapat pelestarian satwa orangutan, kita harus melanjutkan perjuangan beliau agar TNTP tetap asri dan terbebas dari penjarahan,” tegas Bupati.
Juga Bupati menghinformasikan, bahwa dalam waktu dekat pemerintah daerah akan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk menghidupkan TNTP tanpa mengganggu kawasan konservasi, dimana beberapa waktu lalu, Gubernur Kalteng sempat meninjau ke lokasi desa penyangga untuk dikembangkan kawasan wisata.
Sementara itu, Frederick Pahlerang putra dari Bohap bin Jalan dan Prof.Dr.Birute Galdikas menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati dan pemerintah daerah Kobar maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang selama ini telah banyak memberikan dukungan. (man)












