SAMPIT – Aksi kemanusiaan bertajuk PGRI MB Ketapang Peduli Guru Korban Kebakaran digelar dengan bergerak cepat memberikan bantuan kepada para guru yang menjadi korban kebakaran rumah dinas di Jalan H. Imbran, depan SDN 3 Ketapang, Kotawaringin Timur (Kotim).
Peristiwa kebakaran yang terjadi pada Sabtu 23 Mei 2026 tersebut menghanguskan dua unit rumah dinas guru. Akibat kejadian itu, para korban kehilangan tempat tinggal beserta berbagai kebutuhan pokok keluarga yang selama ini digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Solidaritas dan kepedulian terhadap sesama ditunjukkan keluarga besar PGRI MB Ketapang membuka donasi kemanusiaan berupa bantuan dana, pakaian layak pakai, seragam dinas, perlengkapan sekolah anak hingga kebutuhan harian.
Gerakan tersebut mendapat respons positif dari para guru, masyarakat, relawan, serta sejumlah dermawan di Kabupaten Kotim.
Ketua PC PGRI MB Ketapang, M. Jamaludin menyampaikan aksi sosial ini lahir dari semangat persaudaraan dan tanggung jawab moral antar sesama tenaga pendidik.
“Ketika ada rekan sejawat tertimpa musibah, maka sudah menjadi kewajiban moral bagi kita untuk hadir membantu dan menguatkan, PGRI hadir bukan hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga wadah solidaritas antar sesama guru,” ujarnya, Selasa 26 Mei 2026.
Musibah yang menimpa para guru menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial harus terus dipelihara di lingkungan pendidikan. Ia berharap bantuan yang terkumpul dapat membantu meringankan beban korban sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan gotong royong.
Sementara itu, pengurus PC PGRI MB Ketapang, Muhammad Isa As, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dengan penuh keikhlasan. Bantuan yang diberikan merupakan wujud nyata nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan gotong royong masyarakat Kotim,” katanya.
Aksi kemanusiaan tersebut menjadi bukti kuatnya rasa kebersamaan di kalangan insan pendidikan. Dukungan moral dan bantuan yang diberikan diharapkan mampu menjadi penyemangat bagi para korban untuk bangkit dan kembali menjalani aktivitas seperti sediakala.
Berdasarkan data yang dihimpun, korban kebakaran merupakan tenaga pendidik dari SDN 1 Ketapang, SDIT Zainul Amin, dan SDN 3 Ketapang beserta anggota keluarganya. Saat ini sebagian korban untuk sementara tinggal di rumah kerabat maupun fasilitas dinas sambil menunggu proses pemulihan pascakebakaran. (Nardi)












