PALANGKA RAYA – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugiyarto, meminta para bupati dan wali kota di provinsi setempat untuk lebih aktif melakukan pendekatan ke pemerintah pusat. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat realisasi program revitalisasi sekolah di daerah masing-masing.
Hal tersebut disampaikan Sugiyarto menanggapi kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, yang hadir dalam Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kantor Gubernur Kalteng pada 2 Mei 2026 lalu.
Sugiyarto mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi Kalteng yang berhasil mendatangkan Wamendikdasmen. Menurutnya, kunjungan langsung pejabat pusat membawa dampak nyata dan bermanfaat yang lebih besar untuk pendidikan di Kalteng.
“Walau pun data data sekolah rusak itu semuanya sudah masuk di dapodik, tetapi dengan didorong kunjungan Wakil Menteri ini kan akan mempercepat ternyata melihat langsundan ada manfaatnya,” ujar Sugiyarto, Rabu, 3 Juni 2026.
Ia menekankan, kepala daerah wajib memanfaatkan momentum kunjungan menteri atau wakil menteri ke daerah untuk melakukan pendekatan strategis. Jika hanya mengandalkan sistem, antrean usulan perbaikan fasilitas pendidikan akan memakan waktu lama.
“Dengan kunjungan seperti itu juga menjadi kewajiban bagi pejabat daerah, baik pemerintah provinsi, kabupaten/kota, supaya bisa melakukan pendekatan kepada pemerintah pusat supaya dampaknya seperti itu,” kata Sugiyarto.
Ia menambahkan, jika daerah pasif dan hanya mengandalkan data di Dapodik untuk perbaikan sekolah, antrean bantuan akan berjalan lambat. Sebaliknya, pendekatan langsung bisa melipatgandakan kuota bantuan untuk daerah.
“Nah ini harapannya, pendekatan-pendekatan oleh para bupati, wali kota dan gubernur itu seperti itu, jangan hanya di kantor aja,” tegasnya.
Sugiyarto juga memuji langkah taktis Gubernur Kalteng dan Kepala Dinas Pendidikan setempat yang dinilai sukses melobi pusat hingga berhasil mendapatkan program 100 revitalisasi sekolah untuk tahun 2026 meskipun dilakukan secara bertahap.
“Nah ini luar biasa yang ditempuh oleh Pak Gubernur termasuk Pak Kadis ini. Artinya bisa mendatangkan Wamen akhirnya dana bisa turun walaupun bertahap,” pungkasnya.
(Syauqi)












